Breaking News

Dinsos KLU Sebut Data PKH Terus Berubah, Validasi Lapangan Terus Dilakukan

 

Foto// Kantor Dinas Sosial Kabupaten Lombok Utara 

Lombok Utara, PenaNTB.com – Data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Lombok Utara (KLU) bersifat dinamis dan terus mengalami perubahan setiap tahun. Hal tersebut terjadi karena adanya target kinerja pendamping PKH serta proses evaluasi rutin terhadap kelayakan penerima bantuan.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) KLU, Fathurrahman, menjelaskan bahwa setiap bulan selalu ada keluarga penerima manfaat (KPM) yang dikeluarkan dari kepesertaan PKH, bersamaan dengan masuknya usulan penerima baru.

“Setiap bulan data berubah. Ada yang dikeluarkan karena tidak lagi memenuhi syarat, kemudian ada juga yang diusulkan sebagai penerima baru,” ujar Fathurrahman Rabu (07/01/2026).

Ia menerangkan, syarat utama penerima bantuan sosial harus masuk dalam Data Tunggal Sosial Nasional (DTSN) pada desil 1 sampai 4, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Namun demikian, hingga saat ini masih ditemukan ketidaksesuaian data.

“Sekitar 12 persen data DTSN masih mengalami error. Ada masyarakat yang seharusnya masuk desil 1 sampai 4 justru tercatat di desil 6 sampai 10, begitu juga sebaliknya,” ungkapnya.

Ketidaktepatan data tersebut, lanjut Fathurrahman, menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Oleh karena itu, para pendamping PKH ditugaskan untuk melakukan ground check dengan turun langsung ke lapangan guna melakukan verifikasi dan validasi data penerima.

“Teman-teman pendamping PKH akan melakukan ground check langsung ke masyarakat, memastikan kondisi riil penerima bantuan,” jelasnya.

Selain itu, mekanisme penghentian bantuan juga dapat dilakukan berdasarkan laporan masyarakat maupun hasil evaluasi desa. Jika terbukti tidak layak menerima bantuan, maka kepesertaan PKH akan dihentikan.

“Kalau ada laporan dari masyarakat atau hasil pengecekan desa yang menyatakan tidak berhak, maka akan kita berhentikan,” tegasnya.

Fathurrahman menambahkan, data penerima bantuan sosial periode 2025 hingga Februari 2026 menunjukkan kondisi yang fluktuatif atau naik-turun, seiring dengan proses pemutakhiran data yang terus berjalan.

“Data ini dinamis, terus berkembang sesuai kondisi di lapangan,” pungkasnya.


0 Komentar


















Type and hit Enter to search

Close