Breaking News

Dinkes KLU Uji Sampel MBG, Dugaan Keracunan 30 Siswa SD Malaka Masih Diselidiki

 


Foto// Siswa yang diduga keracunan MBG dilarikan ke Puskesmas Nipah


Lombok Utara | PenaNTB.com – Penyebab pasti dugaan keracunan yang dialami sekitar 30 siswa Sekolah Dasar di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, pada Rabu (11/2) masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. 

Para siswa diduga mengalami gejala setelah mengonsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara (KLU), dr. Lalu Bahrudin, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium kesehatan.

“Kami masih menunggu hasilnya,” ujarnya.

Sembari menunggu hasil uji laboratorium, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Malaka yang menjadi penyedia MBG untuk sementara ditutup dan tidak diperkenankan beroperasi.

“Dapur sudah tutup sampai menunggu hasil laboratorium,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator BGN Regional NTB, Eko Prasetyo, menjelaskan bahwa seluruh proses pengolahan makanan di dapur SPPG telah diatur melalui petunjuk teknis (juknis), mulai dari penerimaan bahan baku, proses persiapan dan pengolahan, hingga tahap konsumsi.

Ia menambahkan, makanan yang telah diproduksi maksimal harus dikonsumsi dalam rentang waktu 4 hingga 6 jam untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan.

“Terkait dugaan keracunan tersebut, kami masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Dapur SPPG Malaka, M. Judin Nasrullah, mengklaim bahwa proses pengolahan makanan telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. 

Sebelum didistribusikan, makanan disebut telah melalui uji organoleptik guna memastikan tidak terjadi perubahan rasa maupun kualitas.

Terkait menu ayam yang diduga menjadi salah satu penyebab, ia menegaskan belum dapat mengambil kesimpulan sebelum hasil investigasi keluar.

“Proses pengolahan makanan hari ini sudah sesuai juknis,” klaimnya.

Ia juga menyebutkan bahwa kejadian tersebut merupakan yang pertama kali terjadi. Untuk bahan makanan, sebagian besar dipasok dari luar Lombok Utara, termasuk roti, sayur, dan ayam.

Hingga berita ini diturunkan, hasil resmi pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan KLU masih dinantikan untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.



0 Komentar























Type and hit Enter to search

Close