Breaking News

Artadi, Angota DPRD Lombok Utara Dorong KLU Produksi Air Kemasan Milik Daerah, Contoh Gianyar Dinilai Berhasil


Foto// Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara dari fraksi Gerindra Artadi S.sos

Penulis: Teno Haichal 

 Lombok Utara, PenaNTB.com – Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) dari Fraksi Partai Gerindra, Artadi, S.Sos, mendorong Pemerintah Kabupaten Lombok Utara agar segera memiliki dan memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) milik daerah. 

Dorongan tersebut disampaikan setelah melakukan kunjungan ke Kabupaten Gianyar, Bali.

Artadi mengungkapkan, saat kunjungan tersebut pihaknya langsung disuguhi air kemasan yang diproduksi oleh BUMD Kabupaten Gianyar. 

Menurutnya, keberadaan air kemasan milik pemerintah daerah itu memberikan banyak manfaat strategis.

“Di Gianyar, air kemasan ini diproduksi langsung oleh BUMD. Tenaga kerja yang diserap cukup banyak dan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga sangat besar,” ujar Artadi pada Rabu (04/02/2026).

Ia menilai, Kabupaten Lombok Utara memiliki potensi mata air yang melimpah dan sangat disayangkan apabila potensi tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“KLU punya banyak sumber mata air. Sayang sekali kalau potensi sebesar ini tidak kita kelola sendiri. Bayangkan kalau kita punya produksi air kemasan sendiri, berapa banyak tenaga kerja yang bisa direkrut dan berapa besar pendapatan yang bisa dihasilkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Artadi mendorong Pemda KLU agar segera mengambil langkah konkret, baik melalui pembentukan BUMD maupun penguatan regulasi. 

Ia bahkan mengusulkan agar Pemda memperkuat kebijakan melalui Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Bupati (Perbup).

“Tinggal diperkuat oleh Pemda, apakah melalui Perda atau Perbup, bahwa seluruh OPD dan masyarakat didorong untuk mengkonsumsi air kemasan milik Pemda. Ini akan menjadi pasar yang jelas dan berkelanjutan,” tegasnya.

Menurut Artadi, kehadiran air kemasan milik daerah bukan hanya soal bisnis, tetapi juga strategi pembangunan ekonomi lokal, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan kemandirian fiskal daerah.

“Kalau dikelola serius, ini bisa menjadi salah satu sumber PAD unggulan KLU ke depan,” pungkasnya.

0 Komentar


















Type and hit Enter to search

Close