![]() |
| Foto// Bupati Kabupaten Lombok Utara H. Najmul Akhyar saat melantik dan mengambil sumpah janji dan jabatan |
Lombok Utara, PenaNTB.com – Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, menegaskan pentingnya tanggung jawab, keikhlasan, dan kesiapan mental aparatur sipil negara dalam menjalankan amanah jabatan.
Penegasan tersebut disampaikan saat melantik dan mengambil sumpah sembilan pejabat administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Kamis (29/1/2026).
Pelantikan yang berlangsung di ruang kerja Bupati Lombok Utara itu digelar secara sederhana berdasarkan Surat Keputusan Bupati Lombok Utara Nomor 71/41/BKPSDM/2026.
Kesederhanaan pelantikan, menurut Najmul, mencerminkan bahwa rotasi dan pengisian jabatan merupakan hal yang wajar dalam birokrasi.
“Pelantikan dan rotasi jabatan bukanlah sesuatu yang luar biasa sehingga tidak perlu diseremonialkan secara berlebihan. Yang paling penting bukan prosesi pelantikannya, melainkan substansi setelah pelantikan, yaitu amanah yang harus dijalankan,” ujar Najmul dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, secara administratif baru sembilan pejabat tersebut yang telah memperoleh persetujuan teknis (pertek) dari Kementerian Dalam Negeri dan Badan Kepegawaian Negara (BKN), sehingga pelantikan baru dapat dilaksanakan saat ini.
Dalam arahannya, Najmul mengingatkan bahwa jabatan adalah tanggung jawab besar yang menuntut kesiapan mental dan keikhlasan.
Ia mengutip pesan tokoh dunia Benazir Bhutto yang menggambarkan bahwa kapal memang aman saat bersandar, namun diciptakan untuk berlayar dan menghadapi samudra luas.
“Pelantikan ini mungkin terlihat indah, tetapi bukan keindahan itu yang menjadi substansi. Substansinya adalah pengabdian dan kesiapan kita untuk menerima serta menjalankan tugas yang diberikan oleh negara dan pimpinan,” katanya.
Najmul menegaskan bahwa para pejabat yang dilantik merupakan hasil pertimbangan matang bersama Wakil Bupati, dengan memperhatikan latar belakang pendidikan, pengalaman, dan kematangan birokrasi.
“Kami meyakini bapak-bapak mampu melaksanakan amanah yang diberikan. Semua ini dilandasi kepercayaan dan keyakinan pimpinan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Najmul juga menyinggung kondisi Kabupaten Lombok Utara yang terus menunjukkan tren perbaikan, meski diakui belum sepenuhnya ideal.
Capaian yang diraih selama ini, menurutnya, merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintahan dalam melayani masyarakat.
“Fokus utama kita tetap pada penyelesaian persoalan di tengah masyarakat dan di lingkungan pemerintahan,” katanya.
Lebih lanjut, Najmul menekankan pentingnya kebesaran hati dalam menerima kritik, ketulusan dalam membantu masyarakat, serta kesiapan mental dalam mengemban jabatan.
Ia juga menyoroti perubahan sistem evaluasi kinerja aparatur yang kini dinilai lebih objektif.
Penilaian kinerja bulanan tidak lagi bersifat otomatis bernilai “baik”. Aparatur dengan kinerja kurang optimal akan memperoleh penilaian sesuai kondisi sebenarnya sebagai bahan refleksi dan perbaikan diri.
Evaluasi dilakukan melalui sejumlah indikator, seperti kedisiplinan kehadiran, partisipasi dalam upacara, serta keterlibatan langsung kepala OPD dalam pelaksanaan tugas.
“Penilaian ini merupakan evaluasi internal dan tidak perlu diumumkan ke publik, tetapi menjadi pemacu semangat untuk meningkatkan kinerja,” ujarnya.
Kepada pejabat yang baru dilantik, Najmul berharap mereka dapat bekerja dengan nyaman namun tetap siap menghadapi tantangan sebagai abdi negara.
Ia menegaskan bahwa amanah jabatan tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada pimpinan, tetapi juga kepada masyarakat Lombok Utara.
“Pada akhirnya, masyarakatlah yang akan menilai kinerja kita,” tutup Najmul.

0 Komentar