![]() |
| Foto// RSUD Kabupaten Lombok Utara |
Lombok Utara, PenaNTB.com – Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, keluhan datang langsung dari Artadi, warga sekaligus anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara dari Fraksi Gerindra, yang menyayangkan buruknya pelayanan dokter spesialis anak di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
Artadi mengaku kecewa setelah membawa anaknya yang sedang sakit untuk menjalani perawatan di RSUD KLU. Namun selama tiga hari dirawat, anaknya disebut tidak pernah mendapatkan kontrol dari dokter spesialis anak maupun dokter anak.
“Selama tiga hari anak saya dirawat di RSUD KLU, dokter anak atau dokter spesialis anak tidak pernah datang mengontrol,” ujar Artadi dengan nada kesal.
Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi dari pihak rumah sakit, RSUD KLU sebenarnya telah memiliki dokter spesialis anak berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun dokter tersebut disebut hanya masuk kerja tiga kali dalam seminggu.
“Kok enak saja PNS masuk tiga kali seminggu,” tegasnya.
Menurut Artadi, dokter spesialis anak baru datang melakukan kontrol setelah dirinya menyampaikan komplain keras kepada pihak rumah sakit. Kondisi tersebut dinilainya sebagai cerminan lemahnya sistem pelayanan serta pengawasan manajemen RSUD KLU.
“Kalau saya tidak komplain dan marah-marah, mungkin dokter spesialis anak itu juga tidak datang mengontrol,” tambahnya.
Merasa tidak mendapatkan pelayanan yang maksimal dan demi keselamatan anaknya, Artadi akhirnya memutuskan untuk merujuk anaknya ke RSUP Mataram.
“Dengan pelayanan seperti ini, saya akhirnya membawa anak saya ke RSUP Mataram,” ujarnya.
Artadi menilai persoalan pelayanan kesehatan di RSUD KLU bukan kali pertama terjadi. Ia menyinggung seringnya aksi demonstrasi masyarakat di rumah sakit tersebut sebagai bukti adanya persoalan serius yang belum juga dibenahi.
“Pantas saja RSUD ini sering didemo masyarakat. Ini parah dan harus menjadi atensi kita semua, termasuk kami di DPRD,” tegasnya.
Ia pun mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara dan manajemen RSUD KLU untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya terkait kedisiplinan dan kinerja tenaga medis, agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat.
Sementara itu, Direktur RSUD KLU, drg. Nova Budiharjo, saat dikonfirmasi PenaNTB.com melalui pesan WhatsApp, menyatakan akan terlebih dahulu menggali kronologi kejadian tersebut.
“Nggih (iya), Pak Dewan yang mengeluhkan, tapi besok kronologinya saya gali dulu. Walaikumsalam,” ujar drg. Nova Budiharjo.

0 Komentar