![]() |
| Foto// Artadi Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara fraksi Gerindra |
Penulis: Teno Haichal
Lombok Utara, PenaNTB.com – Kondisi Pasar Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menuai sorotan. Setiap musim hujan, pasar terbesar di KLU tersebut kerap dilanda banjir, becek, berlumpur, dan menimbulkan bau tidak sedap akibat tumpukan sampah.
Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara dari Fraksi Gerindra, Artadi, S.Sos, menegaskan bahwa persoalan Pasar Tanjung bukan lagi sekadar keluhan musiman, melainkan masalah tahunan yang sangat memprihatinkan dan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya para pedagang.
“Setiap tahun, terutama saat musim hujan, Pasar Tanjung ini pasti banjir, becek, berlumpur, bau, dan sampahnya sangat banyak. Kondisinya sudah tidak sehat dan membuat pengunjung malas berbelanja ke pasar,” ujar Artadi.
Menurutnya, salah satu penyebab utama banjir adalah posisi Pasar Tanjung yang saat ini lebih rendah dibandingkan jalan utama. Akibatnya, air hujan dari jalan provinsi langsung mengalir masuk ke area pasar.
“Lokasi pasar sekarang sudah lebih rendah dari jalan utama, sehingga semua air dari jalan masuk ke pasar. Ditambah lagi, saluran drainase sudah tidak maksimal. Air yang seharusnya mengalir ke saluran justru meluber ke lokasi pasar,” jelasnya.
Artadi menilai, kondisi tersebut mencerminkan perlunya langkah serius dari Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Utara. Ia mendorong agar dinas terkait mempertimbangkan opsi relokasi pasar atau pembangunan ulang Pasar Tanjung dengan elevasi yang lebih tinggi dari permukaan jalan raya.
“Oleh karena itu, kami minta Pemda untuk benar-benar mempertimbangkan, apakah Pasar Tanjung ini direlokasi, dipindahkan, atau dibangun ulang supaya posisinya lebih tinggi dari jalan,” tegasnya.
Selain persoalan banjir, masalah sampah di Pasar Tanjung juga menjadi perhatian serius. Artadi menyebutkan bahwa volume sampah yang dihasilkan dari aktivitas pasar sangat besar dan membutuhkan penanganan yang lebih optimal dari pemerintah.
“Justru sampah dari pasar ini yang paling banyak. Ini harus menjadi perhatian Pemda, karena berdampak langsung pada kebersihan dan kesehatan lingkungan,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Pasar Tanjung berada di jalur strategis, tepat di pinggir jalan utama atau jalan provinsi. Kondisi pasar yang kotor dan tergenang air, menurutnya, mencoreng wajah daerah.
“Apalagi di depannya ada beberapa kantor dan bahkan ada wacana pembangunan Bank BPR NTB. Kalau pasar tetap seperti ini, tentu kelihatan sangat jorok,” katanya.
Artadi berharap ke depan Pasar Tanjung bisa menjadi pasar yang bersih, sehat, dan bebas banjir, sehingga kembali menarik minat masyarakat untuk berbelanja dan mendukung perputaran ekonomi lokal di Kabupaten Lombok Utara.

0 Komentar