Breaking News

Wabup Kusmalahadi Resmikan SPPG MBG Rempek, Dorong Sinergi Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas

Foto// Wakil Bupati Kabupaten Lombok Kusmalahadi Syamsuri saat memotong Vita tada Gran launching SPPG MBG Sengeh Rempek

Penulis: Teno Haichal
 

Lombok Utara, PenaNTB.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Sengeh Rempek resmi dilaunching di Desa Rempek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Daruttarihin Dasan Baru dengan mengusung tema “Bersinergi Menyongsong Indonesia Emas 2045 demi Menciptakan Generasi Sehat dan Cerdas.”

Grand launching tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara, Kepala Desa Rempek, Kapolsek Gangga, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Rabu (07/01/2026).

Kepala Mitra SPPG Rempek, Suliarna, menjelaskan bahwa operasional SPPG ini sepenuhnya mengedepankan pemberdayaan masyarakat lokal. Dari total 47 tenaga kerja yang direkrut, sebanyak 46 orang merupakan warga asli Desa Rempek, sementara satu orang lainnya merupakan chef profesional yang didatangkan dari Kota Mataram.

“Untuk bahan baku seperti sayur-mayur, kami mengutamakan hasil pertanian lokal Desa Rempek. Kami juga sudah berkoordinasi dengan industri rumahan seperti roti, tahu, dan tempe. Semua kemitraan dilakukan satu pintu melalui BUMDes Rempek,” jelas Suliarna.

Ia berharap, kehadiran SPPG MBG ini mampu menyerap seluruh potensi yang ada di desa, khususnya sumber daya alam dan hasil pertanian masyarakat, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh warga setempat.

Adapun sasaran penerima manfaat SPPG MBG Rempek mencapai 2.014 orang, mulai dari peserta didik tingkat TK hingga SMA yang tersebar di wilayah Desa Rempek, Rempek Darussalam, dan Sambik Bangkol. Selain itu, sebanyak 309 penerima manfaat merupakan kelompok lanjut usia (jompo).

Sementara itu, Koordinator Wilayah MBG Lombok Utara, Adi Pratama, menyampaikan bahwa program MBG memiliki dampak ekonomi yang signifikan meski di tengah pro dan kontra yang ada.

“Setiap satu SPPG bisa merekrut sekitar 50 tenaga kerja. Belum lagi dampaknya di sektor pertanian dan peternakan, di mana masyarakat bisa menyalurkan hasil produksi mereka langsung ke SPPG,” ungkapnya.

Menurut Adi, saat ini terdapat 18 SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Lombok Utara dan tersebar di seluruh kecamatan. Ke depan, akan menyusul 6 SPPG tambahan, salah satunya di Desa Rempek. Selain itu, terdapat sekitar 10 SPPG yang masih dalam proses pembangunan dan 21 titik rencana lokasi, sehingga totalnya diperkirakan mencapai lebih dari 57 SPPG, seiring dengan bertambahnya jumlah penerima manfaat.

“Program ini perlu kita jaga bersama agar berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara menyampaikan bahwa kegiatan launching SPPG ini merupakan pengalaman pertamanya menghadiri langsung peresmian program MBG.

Ia mengingatkan bahwa satu kesalahan kecil dalam pelaksanaan dapat berdampak besar terhadap keberlangsungan program MBG secara keseluruhan.

“Kalau ada satu kejadian yang tidak kita inginkan, bukan hanya satu SPPG yang terdampak, tapi seluruh program MBG bisa ikut terkena imbasnya,” katanya.

Wabup juga menilai bahwa jumlah SPPG di Kabupaten Lombok Utara saat ini masih belum mencukupi kebutuhan. Oleh karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada para mitra dan seluruh masyarakat yang telah mendukung program tersebut.

“MBG ini adalah program andalan Presiden dengan anggaran yang sangat besar. Tugas kita adalah memanfaatkan dan mengawasi bersama agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.


0 Komentar




















Type and hit Enter to search

Close