![]() |
| Foto// Anggota DPRD KLU Fraksi Gerindra Artadi S.sos |
Lombok Utara, PenaNTB.com – Aksi pembobolan yang dilakukan kawanan pencuri di Kabupaten Lombok Utara (KLU) viral di media sosial. Dalam sebuah video yang beredar luas, terlihat salah satu toko yang menjual berbagai peralatan olahraga menjadi sasaran pencurian. Tidak hanya itu, sebuah ritel modern yang berada di wilayah Lombok Utara juga dilaporkan ikut dibobol oleh kawanan pelaku. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Rabu (07/01/2026).
Maraknya aksi kriminal tersebut memicu keresahan di tengah masyarakat, khususnya para pelaku usaha yang merasa keamanan di wilayah Lombok Utara masih perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Menanggapi kejadian tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara dari Fraksi Partai Gerindra, Artadi, S.Sos., menegaskan pentingnya langkah antisipatif dari pemerintah daerah guna meningkatkan keamanan dan pengawasan di ruang publik. Salah satu langkah yang dinilai efektif adalah pemasangan kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) di titik-titik strategis.
Artadi menyampaikan, dengan semakin seringnya terjadi tindak kriminal seperti pencurian dan pembobolan toko, sudah saatnya Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lombok Utara mengambil peran lebih aktif dengan memasang CCTV di sepanjang jalan utama. Pemasangan tersebut, menurutnya, perlu dilakukan secara menyeluruh mulai dari ujung Kecamatan Bayan hingga Kecamatan Pemenang, terutama di kawasan yang memiliki aktivitas ekonomi tinggi dan lalu lintas padat.
“Dengan adanya CCTV di jalan utama dan di titik-titik strategis, apabila terjadi kejadian seperti pencurian atau tindak kriminal lainnya, akan jauh lebih mudah untuk dipantau dan ditelusuri,” ujar Artadi.
Ia menilai, keberadaan CCTV bukan hanya membantu aparat kepolisian dalam proses penyelidikan, tetapi juga dapat memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan serta meningkatkan rasa aman bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Lebih lanjut, Artadi mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya dari rekan-rekan di Polres Lombok Utara, sebelumnya Polda NTB sempat memasang beberapa unit CCTV di sejumlah titik di wilayah Lombok Utara. Namun, sangat disayangkan, kamera-kamera pengawas tersebut saat ini dilaporkan sudah tidak aktif.
“Saya mendapatkan informasi bahwa memang pernah ada beberapa unit CCTV yang dipasang oleh Polda NTB. Namun saat ini kamera-kamera tersebut tidak aktif. Karena itu, kami meminta agar Diskominfo bisa segera berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak Polres maupun Polda agar CCTV tersebut dapat diaktifkan kembali,” jelasnya.
Artadi menyebutkan, beberapa titik yang sebelumnya terpasang CCTV antara lain berada di wilayah Menggala, satu unit di depan lapangan, satu unit di Kecamatan Kayangan, serta di Kecamatan Bayan. Namun berdasarkan informasi yang ia terima, seluruh unit CCTV tersebut kini sudah tidak berfungsi.
“Sekarang yang justru aktif itu CCTV milik pribadi atau milik toko-toko. Sementara CCTV yang seharusnya dikelola pemerintah justru tidak berfungsi. Ini tentu menjadi catatan penting,” tegasnya.
Menurut Artadi, kehadiran pemerintah daerah dalam menjamin keamanan masyarakat sangat diperlukan, terutama melalui penyediaan sarana dan prasarana pendukung seperti CCTV. Ia menekankan bahwa pemasangan CCTV oleh pemerintah daerah akan menjadi bagian dari upaya preventif untuk menekan angka kriminalitas di Kabupaten Lombok Utara.
Ia pun berharap, ke depan pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret dan tidak menunda-nunda upaya peningkatan keamanan, demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, pelaku usaha, serta wisatawan yang berkunjung ke Lombok Utara.
“Keamanan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Jika lingkungan aman, aktivitas ekonomi dan sosial juga akan berjalan dengan baik. Maka kami berharap Pemda benar-benar serius menindaklanjuti hal ini,” pungkasnya.

0 Komentar