Breaking News

DPRD KLU Dorong Pemda Prioritaskan Fasilitas Lokal untuk Kegiatan Resmi

 

DPRD KLU Dorong Pemda Prioritaskan Fasilitas Lokal untuk Kegiatan Resmi

Lombok Utara, PenaNTB.com – DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) mendorong pemerintah daerah agar lebih berpihak secara nyata kepada pelaku usaha lokal melalui kebijakan pemanfaatan fasilitas daerah sendiri dalam setiap kegiatan resmi pemerintahan. 

Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat ekonomi daerah sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Wakil Ketua II DPRD KLU, I Made Karyasa, menegaskan bahwa keberpihakan terhadap usaha lokal tidak cukup hanya dengan wacana, melainkan harus diwujudkan melalui kebijakan konkret. 

Salah satu langkah yang dapat segera dilakukan, menurutnya, adalah dengan memprioritaskan pelaksanaan rapat, bimbingan teknis, rapat koordinasi, dan agenda kedinasan lainnya di fasilitas yang tersedia di Lombok Utara.

Ia secara khusus menyoroti potensi Sira Beach Golf & Country Club – HOUSE Sira Lombok yang berlokasi di kawasan Sira, Kecamatan Tanjung, sebagai salah satu aset daerah yang layak dimanfaatkan secara maksimal.

“Pemilihan lokasi kegiatan pemerintah bukan sekadar urusan teknis. Di sana ada dampak ekonomi yang besar bagi daerah dan masyarakat,” ujar I Made Karyasa, Rabu (28/1/2026).

Politisi PDI Perjuangan tersebut menjelaskan, ketika kegiatan resmi pemerintah digelar di hotel dan fasilitas lokal, manfaat ekonomi akan langsung dirasakan oleh masyarakat Lombok Utara. 

Mulai dari peningkatan okupansi hotel, penyerapan tenaga kerja lokal, hingga perputaran ekonomi bagi pelaku UMKM dan jasa pendukung lainnya.

Ia menambahkan, Sira Beach Golf & Country Club yang sebelumnya dikenal dengan nama Golf Kosaido telah lama beroperasi dan memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD Lombok Utara. 

Seiring waktu, kawasan tersebut terus berkembang dengan hadirnya hotel, ruang pertemuan, restoran, serta layanan hospitality yang semakin lengkap dan representatif.

“Fasilitasnya sudah sangat memadai dan layak untuk pelaksanaan berbagai kegiatan resmi pemerintah daerah,” katanya.

Menurut I Made Karyasa, dengan ketersediaan fasilitas yang lengkap di Lombok Utara, tidak ada lagi alasan bagi pemerintah daerah untuk menyelenggarakan kegiatan resmi di luar wilayah sendiri. 

Justru, pemanfaatan fasilitas lokal akan memperkuat kemandirian ekonomi daerah dan mengoptimalkan potensi yang telah dimiliki.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kebijakan memprioritaskan hotel dan fasilitas lokal, termasuk sektor pariwisata olahraga seperti golf, akan menciptakan dampak ekonomi berantai. 

Ia menyebut, sektor golf di Lombok Utara menyerap sekitar 90 persen tenaga kerja dari masyarakat lokal.

“Artinya, setiap kegiatan pemerintah yang dilaksanakan di sana akan langsung menggerakkan ekonomi rakyat,” jelasnya.

Ia menilai, kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan nyata pemerintah daerah terhadap usaha lokal, sekaligus bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

“Kebijakan ini bukan semata soal meningkatkan okupansi hotel, tetapi memastikan roda ekonomi daerah benar-benar bergerak dan manfaatnya kembali kepada masyarakat Lombok Utara,” tegasnya.

I Made Karyasa berharap ke depan terjalin sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata, khususnya di sektor perhotelan dan pariwisata olahraga. 

Ia optimistis sektor ini dapat menjadi salah satu pilar utama peningkatan PAD sekaligus kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap sinergi antara Pemda dan pelaku usaha pariwisata terus diperkuat agar kontribusinya terhadap PAD dan kesejahteraan masyarakat Lombok Utara semakin besar,” pungkasnya.

Dorongan DPRD KLU ini menjadi pesan kuat bahwa penguatan ekonomi daerah dapat dimulai dari langkah sederhana namun berdampak luas, yakni memanfaatkan fasilitas sendiri demi menggerakkan ekonomi lokal secara berkelanjutan.


0 Komentar




















Type and hit Enter to search

Close