Breaking News

DLH Lombok Utara Luncurkan Pilot Project SIAP Lingkungan, Dorong Partisipasi Publik Jaga Kelestarian Alam

 

Foto//Kepala Dinas Lingkungan Hidup KLU, H. Husnul Ahadi, 


Lombok Utara | PenaNTB.com  – Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kembali menegaskan komitmennya terhadap transparansi, inovasi pelayanan publik, dan keberlanjutan lingkungan dengan meluncurkan pilot project Sistem Informasi Aduan Partisipatif Lingkungan (SIAP Lingkungan).

Peluncuran yang berlangsung di ruang videoconference DLH KLU beberapa waktu lalu ini bukan sekadar modernisasi layanan, melainkan langkah transformatif dalam membangun kolaborasi aktif antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan Lombok Utara.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup KLU, H. Husnul Ahadi, menyampaikan bahwa SIAP Lingkungan dirancang sebagai sistem pengaduan yang terukur, responsif, dan terintegrasi. 

Aplikasi ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang cepat, akuntabel, dan berbasis data.

“SIAP Lingkungan secara khusus memfokuskan pada aduan inti sesuai tugas pokok DLH, seperti pengelolaan persampahan, indikasi pencemaran air, udara, maupun tanah, serta berbagai persoalan lingkungan di sekitar permukiman warga,” ujar Husnul dalam sambutannya.

Ia menegaskan, inovasi tersebut sejalan dengan visi Lombok Utara sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia yang berwawasan lingkungan. 

Menurutnya, menjaga kelestarian alam tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

“Dengan SIAP Lingkungan, setiap warga menjadi mata dan telinga pemerintah dalam pengawasan lingkungan. Ini adalah bentuk demokratisasi pengelolaan lingkungan hidup,” tegasnya.

Secara teknis, aplikasi yang direncanakan diluncurkan secara resmi pada awal Desember 2025 ini akan mengubah mekanisme pengaduan konvensional menjadi lebih efisien dan transparan. 

Masyarakat dapat melaporkan persoalan lingkungan melalui smartphone, dilengkapi fitur pelacakan status laporan sehingga setiap aduan dapat dipantau progres penanganannya.

Selain itu, sistem ini memungkinkan DLH mengumpulkan data secara real-time untuk memetakan titik-titik rawan permasalahan lingkungan dan merancang kebijakan berbasis data yang lebih tepat sasaran.

“Efisiensi kerja internal akan meningkat signifikan. Proses verifikasi manual yang memakan waktu dapat dipangkas, sehingga tim lebih fokus pada tindakan cepat di lapangan. Pada akhirnya, masyarakat dan lingkungan menjadi pihak yang paling diuntungkan,” ungkap salah satu staf teknis DLH yang terlibat dalam pengembangan aplikasi tersebut.

Peluncuran SIAP Lingkungan juga mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Perwakilan komunitas lingkungan dan tokoh masyarakat yang mengikuti kegiatan secara virtual menilai aplikasi ini sebagai alat pemberdayaan masyarakat yang efektif.

“Selama ini banyak keluhan terkait sampah menumpuk atau pencemaran lingkungan, tetapi proses pelaporannya dirasa berbelit. Dengan aplikasi ini, partisipasi masyarakat menjadi lebih mudah dan berdampak nyata. Ini bukti pemerintah mau mendengar,” kata Wayan Surya, aktivis lingkungan dari Desa Tanjung.

Dengan hadirnya SIAP Lingkungan, Kabupaten Lombok Utara dinilai berada di barisan terdepan dalam penerapan teknologi untuk good governance dan pembangunan berkelanjutan. 

Inovasi ini tidak hanya memperkuat akuntabilitas pelayanan publik, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam menjaga warisan lingkungan bagi generasi mendatang.

DLH KLU pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dan bersiap memasuki era baru pengelolaan lingkungan yang lebih digital, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi kelestarian alam Lombok Utara, Bumi Seribu Masjid.


0 Komentar




















Type and hit Enter to search

Close