Breaking News

Basarnas Temukan Lokasi Jatuhnya Pesawat Kurang dari 24 Jam, Optimalkan Golden Time Pencarian Korban

Basarnas Temukan Lokasi Jatuhnya Pesawat Kurang dari 24 Jam, Optimalkan Golden Time Pencarian Korban

 

Makassar, PenaNTB.com  — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat kurang dari 24 jam sejak laporan kehilangan kontak diterima pada Sabtu (17/1/2026). 

Keberhasilan tersebut menjadi modal penting dalam upaya pencarian dan evakuasi korban, yang kini difokuskan pada pemanfaatan golden time atau tiga hari pertama sejak kejadian.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa kecepatan penemuan lokasi kecelakaan menjadi faktor krusial dalam operasi SAR yang tengah berlangsung.

“Kurang dari 24 jam sejak kejadian, tim SAR gabungan sudah berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Saat ini kami memaksimalkan golden time pencarian, dengan harapan besar seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi, khususnya dalam kondisi selamat,” ujar Mohammad Syafii dalam keterangannya di kutip dari halaman resmi Badan Sar Nasional Makasar.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan telah menemukan dua korban. Satu korban berjenis kelamin laki-laki ditemukan pada Minggu (18/1/2026) sekitar pukul 13.43 Wita. Selanjutnya, satu korban berjenis kelamin perempuan kembali ditemukan pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.

“Namun perlu kami tegaskan, proses identifikasi korban bukan merupakan kewenangan Basarnas dan akan dilakukan oleh instansi yang berwenang sesuai prosedur yang berlaku,” tegasnya.

Syafii menjelaskan, lokasi jatuhnya pesawat berada di medan yang sangat ekstrem. Area pencarian didominasi tebing curam, dengan perkiraan posisi korban berada pada kedalaman sekitar 500 meter dari puncak, sehingga membutuhkan kehati-hatian tinggi serta teknik evakuasi khusus.

“Tantangan terbesar yang dihadapi tim SAR gabungan saat ini adalah kondisi alam dan cuaca yang sangat ekstrem. Kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat menjadi faktor penghambat utama dalam operasi,” jelasnya.

Basarnas memprioritaskan evakuasi melalui jalur udara. Namun hingga saat ini, upaya tersebut belum dapat dilakukan akibat jarak pandang yang sangat terbatas karena kabut tebal di sekitar lokasi kejadian.

“Evakuasi udara menjadi prioritas, tetapi saat ini belum memungkinkan. Oleh karena itu, kami mengoptimalkan unsur SAR darat yang secara bertahap melakukan pencarian dan evakuasi,” ungkap Syafii.

Ia menambahkan, proses pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung. Tim rescue darat yang telah mengenal dan menguasai medan terus dimaksimalkan untuk menjangkau titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban, sembari tetap memperhatikan aspek keselamatan personel.

“Ini adalah misi kemanusiaan. Seluruh personel SAR gabungan bekerja dengan penuh dedikasi, kehati-hatian, dan semangat kebersamaan. Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar operasi ini diberikan kelancaran dan keselamatan,” pungkasnya.

Operasi SAR akan terus dilanjutkan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca serta keselamatan personel hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.


0 Komentar


















Type and hit Enter to search

Close