Breaking News

Aksi Suporter Berujung Teguran, PS Daygun Lombok Utara Diingatkan Jaga Sportivitas

Foto// Sekjen Askab PSSI Kabupaten Lombok Utara Budiawan SH

 Lombok Utara, PenaNTB.com — Atmosfer panas pertandingan Liga 4 Provinsi NTB 2025/2026 kembali menyisakan catatan serius. PS Daygun Lombok Utara resmi menerima teguran keras dari Panitia Disiplin Liga 4 NTB akibat ulah oknum suporternya yang melakukan pelemparan botol minuman ke dalam stadion.

Insiden tersebut terjadi dalam laga kontra Perslotim Lombok Timur pada pertandingan Nomor 46 Grup Liga 4 NTB yang digelar di Stadion GOR 17 Desember, Kota Mataram, Selasa (27/1/2026). 

Berdasarkan Surat Keputusan Panitia Disiplin Liga 4 Provinsi NTB 2025/2026, aksi pelemparan terjadi sesaat setelah berakhirnya babak pertama pertandingan.

Panitia Disiplin menyatakan bahwa tindakan tidak terpuji tersebut terbukti dilakukan oleh penonton yang didominasi suporter PS Daygun Lombok Utara. 

Perilaku itu dinilai melanggar Pasal 70 ayat (1) Kode Disiplin PSSI Tahun 2025, sehingga klub dijatuhi sanksi berupa teguran keras.

Dalam surat keputusan tersebut juga ditegaskan bahwa apabila kejadian serupa kembali terulang, maka PS Daygun Lombok Utara terancam menerima sanksi yang lebih berat, yang dapat berdampak langsung pada perjalanan tim di kompetisi Liga 4 NTB.

Menanggapi sanksi tersebut, Sekretaris Askab PSSI Kabupaten Lombok Utara (KLU), Budiawan, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh pendukung PS Daygun agar lebih mengedepankan sportivitas saat menyaksikan pertandingan.

“Dengan keluarnya surat keputusan Panitia Disiplin dari Asprov PSSI NTB, kami mengingatkan seluruh pendukung PS Daygun yang hadir di stadion untuk bersama-sama menahan diri dan menjaga ketertiban," Ujar Budiawan Rabu (28/01/2026).

"Serahkan sepenuhnya jalannya pertandingan kepada panitia dan perangkat yang bertugas,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa perilaku suporter di tribun memiliki konsekuensi besar bagi tim di lapangan. 

Menurutnya, satu tindakan emosional dapat berujung pada hukuman yang merugikan klub secara keseluruhan.

“Kita datang ke stadion untuk menikmati pertandingan sepak bola, bukan melakukan hal-hal yang justru merugikan tim sendiri. Sportivitas adalah bagian dari semangat sepak bola,” tegasnya.

Budiawan juga mengingatkan bahwa suporter sejatinya merupakan kekuatan moral atau pemain ke-12 bagi tim, bukan sumber masalah yang memicu sanksi.

“Dukungan terbaik adalah dukungan yang positif. Jika sampai sanksi lebih berat dijatuhkan, dampaknya bukan hanya dirasakan tim, tetapi juga masyarakat Lombok Utara secara luas,” tambahnya.

Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat Lombok Utara untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama Liga 4 Provinsi NTB berlangsung hingga partai final.

“Mari kita sukseskan Liga 4 NTB dengan semangat kebersamaan. Jadikan stadion sebagai tempat hiburan, persatuan, dan kebanggaan, bukan arena pelampiasan emosi,” pungkas Budiawan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa satu tindakan tidak sportif di tribun dapat menjadi ancaman serius bagi perjalanan PS Daygun Lombok Utara di Liga 4 NTB.

Suporter diharapkan mampu menjaga citra sepak bola daerah dengan menjadi pendukung yang dewasa dan bertanggung jawab.


0 Komentar


















Type and hit Enter to search

Close