![]() |
| Foto// Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara fraksi Gerindra Artadi S.sos |
Lombok Utara, Penantb.com – Pemandangan tidak sedap terlihat di pinggir jalan menuju Dusun Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Tumpukan sampah yang menggunung di sisi jalan tepat di saluran air kini menjadi sorotan masyarakat dan wakil rakyat. Sampah tersebut diketahui berasal dari kebiasaan sebagian warga yang membuang limbah rumah tangga langsung ke selokan air.
Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan karena selain merusak pemandangan, juga berpotensi menimbulkan berbagai masalah lingkungan, seperti pencemaran, bau tidak sedap, hingga penyumbatan aliran air yang bisa berujung pada banjir.
Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara dari fraksi Gerindra, Artadi S.sos menyampaikan keprihatinannya saat melihat langsung tumpukan sampah tersebut. Ia mengaku sangat menyayangkan masih adanya masyarakat yang belum memiliki kesadaran penuh untuk menjaga kebersihan lingkungan.
"Sangat tidak enak dipandang, apalagi ini berada di pinggir jalan yang dilalui masyarakat setiap hari. Ini mencerminkan kurangnya kesadaran kita bersama terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan," ujar Artadi Jumat (05/12/2025)
Menurutnya, kebiasaan membuang sampah ke saluran air menjadi penyebab utama terjadinya penumpukan tersebut. Sampah yang seharusnya dibuang pada tempatnya justru menyumbat aliran air, sehingga mengendap dan menumpuk di satu titik
"Ini akibat masyarakat masih membuang sampah di selokan air. Akibatnya, sampah menumpuk dan mengganggu kelancaran saluran, bahkan berdampak pada pembagian air," jelasnya.
Artadi menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak seluruh warga, khususnya di wilayah Tanjung, untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar.
"Ini adalah kesadaran kita semua. Mari kita jaga lingkungan kita dengan tidak membuang sampah ke selokan air. Kita lihat sendiri ini sangat tidak enak dipandang, bahkan bisa berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan," tegasnya.
Selain mengimbau masyarakat, Artadi juga secara khusus meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Utara untuk segera turun tangan membantu membersihkan tumpukan sampah tersebut. Ia menilai, kondisi saat ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berada di area publik dan jalur transportasi warga.
Kami meminta kepada pemerintah daerah, terutama Dinas Lingkungan Hidup, untuk segera membantu mengangkat sampah yang ada di pinggir jalan ini. Jangan sampai dibiarkan terlalu lama karena akan semakin parah, ungkapnya.
Warga sekitar pun mengeluhkan kondisi tersebut karena selain mengganggu secara visual, bau tidak sedap dari tumpukan sampah juga mulai terasa, terutama saat cuaca panas. Mereka berharap ada tindakan cepat dari pihak terkait agar lingkungan kembali bersih dan nyaman.
Minimnya kesadaran sebagian warga, ditambah dengan keterbatasan sarana dan prasarana pengelolaan sampah, seringkali menjadi penyebab utama terjadinya tumpukan sampah di ruang-ruang publik.
Artadi berharap, kejadian ini bisa menjadi pelajaran bersama agar ke depan masyarakat lebih disiplin dan peduli terhadap kebersihan lingkungan.
"Lingkungan bersih itu untuk kepentingan kita semua. Kalau bukan kita yang menjaganya, siapa lagi," tutupnya.

0 Komentar