Breaking News

Program Pemda KLU–Bank NTB Salurkan Pinjaman Tanpa Bunga, 317 Warga Nikmati di 2025

Foto// Kepala Bank NTB Syariah Tanjung Kabupaten Lombok Utara Umarta 

 

Lombok Utara, Penantb.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat permodalan masyarakat melalui program subsidi bagi hasil (tanpa bunga) bekerja sama dengan Bank NTB Syariah Cabang Tanjung pada tahun 2025.

Kepala Bank NTB Syariah Cabang Tanjung, Umarta, mengatakan bahwa program subsidi bagi hasil merupakan salah satu program unggulan Pemda KLU yang ditujukan untuk membantu masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor produktif.

“Subsidi bagi hasil ini adalah program Pemda KLU untuk membantu masyarakat. Tahun 2025 Pemda menganggarkan Rp1 miliar khusus untuk Bank NTB Syariah, dan alhamdulillah telah tersalurkan 100 persen hingga 31 Desember,” ujar Umarta.

Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DP3KP) Kabupaten Lombok Utara, dengan sasaran utama sektor pertanian, perkebunan, perikanan, serta peternakan.

Umarta menjelaskan, penyaluran pembiayaan dapat dilakukan melalui kelompok maupun perorangan. Untuk pengajuan secara berkelompok, agunan cukup berupa sertifikat yang disiapkan secara kolektif.

“Nilai pembiayaan per orang maksimal sekitar Rp20 hingga Rp25 juta. Jika dalam satu kelompok terdapat 10 orang, maka pembiayaan disesuaikan dengan jumlah anggota. Pengembalian dilakukan satu kali dalam setahun, tanpa cicilan bulanan dan tanpa bunga. Artinya, pinjam Rp25 juta, dikembalikan tetap Rp25 juta,” jelasnya.

Pada tahun 2025, program subsidi tanpa bunga ini telah disalurkan kepada 47 kelompok dan 8 penerima perorangan, dengan total penerima manfaat mencapai 317 orang.

Sementara itu, sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2022, jumlah penerima manfaat program ini telah mencapai 1.177 orang dengan total nominal pembiayaan sebesar Rp3 miliar.

“Alhamdulillah, selama tiga tahun berjalan tidak ada kredit macet atau tunggakan. Ini menunjukkan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat sangat baik,” ungkap Umarta.

Ia juga memaparkan bahwa besaran anggaran subsidi bagi hasil dari Pemda KLU mengalami fluktuasi setiap tahun. Pada 2022 dialokasikan sebesar Rp350 juta, meningkat menjadi Rp1 miliar pada 2023, kemudian turun menjadi Rp500 juta pada 2024, dan kembali naik menjadi Rp1 miliar pada 2025.

Melihat tingginya minat masyarakat, pihak Bank NTB Syariah berharap anggaran program tersebut dapat ditingkatkan pada tahun mendatang.

“Harapan kami di tahun 2026 anggaran bisa ditambah, minimal menjadi Rp1,5 miliar. Saat ini sudah banyak kelompok yang mengajukan permohonan, namun karena kuota habis, pengajuan terpaksa kami pending dan akan diproses kembali setelah adanya MoU baru dengan Pemda,” pungkasnya.


0 Komentar




















Type and hit Enter to search

Close