Breaking News

Kepala Dusun Sesalkan Kedatangan Massa, Masrun: “Jangan Rusak Citra Pariwisata Gili Meno”

 

Foto// Anggota keamanan terlihat sedak menunggu masa yang diduga mau demo



Lombok Utara, penantb.com – Suasana Gili Meno, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara sempat memanas setelah puluhan massa tiba-tiba mendatangi kawasan tersebut tanpa pemberitahuan resmi, Rabu (10/12/2025).

Kedatangan massa yang mengatasnamakan organisasi tertentu itu mengejutkan warga setempat, terlebih mereka disebut-sebut membawa isu “investigasi” yang tidak jelas arah dan tujuannya. 

Kepala Dusun Gili Meno Masrun mengaku heran dengan tindakan tersebut, terlebih situasi pariwisata di Gili Meno masih dalam masa pemulihan.

“Kita ini menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan. Kok mereka ujug-ujug datang bawa massa? Katanya mau investigasi, tapi tidak ada pemberitahuan ke pemerintah desa,” ungkap Kadus Gili Meno.

Ia menuturkan, dirinya sempat mencoba menghalau dan mengajak massa berdiskusi terbuka di tempat netral seperti Mataram, asalkan ada undangan resmi serta prosedur yang jelas. 

Namun situasi sempat memanas akibat pernyataan-pernyataan dari pihak pendatang yang membuat tensi warga meningkat.

“Kami capek mempertahankan kondisi wisatawan dan membantu pengusaha bertahan. Jangan sampai citra Gili Meno rusak lagi. Banyak wisatawan mancanegara tadi melihat keributan ini,” ucapnya.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti persoalan yang dibawa oleh kelompok tersebut. Bahkan pada pamflet yang beredar, terdapat ajakan untuk “memenjarakan seseorang” dan pemilik sebuah bisnis, tetapi saat ditanyakan langsung, massa menyampaikan alasan berbeda.

“Penjelasannya melebar ke mana-mana. Saya sendiri tidak paham motif sebenarnya. Lembaga ini saja baru saya tahu,” ujarnya.

Kedatangan mereka disebut dilakukan tanpa adanya surat pemberitahuan atau koordinasi dengan pemerintah desa, sehingga memicu kecurigaan dan kekhawatiran akan potensi gangguan keamanan.

Sementara itu, tokoh masyarakat Lombok Utara, Wiramaya, menegaskan bahwa Gili Indah sebagai kawasan pariwisata membutuhkan stabilitas keamanan dan ketertiban. 

Menurutnya, aksi demonstrasi yang hendak dilakukan oleh kelompok orang di Gili Meno tidak sepatutnya dilaksanakan di kawasan wisata yang sedang berjuang mempertahankan citra dan kunjungan wisatawan.

“Kami mengecam keras rencana aksi tersebut. Kebebasan berpendapat itu hak, tapi keamanan dan ketertiban umum juga wajib dipertimbangkan oleh aparat,” tegasnya.

Ia menduga aksi tersebut dirancang untuk kepentingan tertentu dan justru membawa potensi keresahan baru bagi masyarakat.

“Kalaupun ada perselisihan, silakan tempuh jalur hukum yang sesuai. Jangan bawa keributan ke kawasan pariwisata. Kami masyarakat sedang berupaya bertahan, jangan malah dirusak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Wiramaya juga meminta aparat untuk menindak pihak-pihak yang menyebarkan informasi palsu apabila tuduhan yang disampaikan dalam pamflet tidak terbukti.

“Kami minta diproses hukum jika itu informasi palsu,” tutupnya.

0 Komentar


















Type and hit Enter to search

Close