Breaking News

DP2KBPMD KLU Gelar Penyuluhan Stunting dan Bahaya Pernikahan Dini Lewat Komedi Rudat di Gili Air

Foto// foto bersama peserta kesenian tradisional rudat

 

Gili Air, Penantb.com — Upaya pencegahan stunting dan pernikahan dini kembali digencarkan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP2KBPMD) Kabupaten Lombok Utara. Melalui penyuluhan kreatif yang dikemas dalam pergelaran kesenian tradisional Komedi Rudat, kegiatan ini berlangsung di Gili Air, Desa Gili Indah, pada Jumat (12/12/2025).

Kepala Bidang KB DP2KBPMD Lombok Utara, Mutaif, S.Pd, yang hadir mewakili Kepala Dinas, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian sosialisasi yang sudah beberapa kali dilakukan di berbagai wilayah, termasuk Senaru kecamatan Bayan. 

Ia menegaskan pentingnya edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda dan para orang tua, terkait bahaya stunting serta risiko pernikahan dini.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah mencegah stunting dan pernikahan dini. Pernikahan dini bukan hanya berisiko untuk anak, tetapi juga sangat berbahaya bagi ibu,” ujarnya.

Mutaif menambahkan bahwa pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan lembaga pendidikan. Melalui pendekatan seni budaya seperti Komedi Rudat, pesan kesehatan dapat lebih mudah diterima masyarakat.

Anggota DPRD Lombok Utara dari Fraksi Perindo, H. Taufik, turut hadir dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada DP2KBPMD atas penyuluhan yang digelar di Gili Air.

Menurutnya, masalah stunting dan pernikahan dini merupakan isu serius yang harus menjadi perhatian bersama.

“Kita tahu sendiri bahaya pernikahan dini, selain berisiko untuk anak juga berbahaya bagi ibu. Karena itu pernikahan dini sangat dilarang,” tegasnya.

Ia juga menyinggung bahwa persoalan stunting menjadi bagian dari tugas Komisi II DPRD Lombok Utara, tempat dirinya bertugas. Dirinya berkomitmen mendorong penganggaran yang memadai untuk percepatan penanganan stunting di daerah.

“Kebetulan stunting ini bidangnya saya di Komisi II. Insya Allah, kita akan mengusahakan anggarannya agar penanganan stunting bisa lebih maksimal,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gili Indah, Wardana, menyampaikan kondisi terkini terkait stunting di wilayahnya. Menurutnya, angka stunting di Desa Gili Indah relatif rendah, meskipun masih ditemukan satu atau dua kasus.

“Alhamdulillah, kalau di Desa Gili Indah angka stunting itu sedikit. Bukan berarti tidak ada, tetapi sangat minim,” ujarnya.

Wardana juga menegaskan sikap tegasnya terkait pernikahan dini. Ia menolak jika ada warga yang mengundangnya untuk mengesahkan pernikahan anak di bawah umur.

“Jika ada yang mengundang saya untuk menikahkan anak di usia dini, saya secara tegas menolaknya,” tegas Kades.

Ia pun berterima kasih kepada DP2KBPMD Kabupaten Lombok Utara yang telah memilih Gili Air sebagai lokasi kegiatan, sehingga masyarakat dapat memperoleh edukasi langsung.

Penyuluhan melalui Komedi Rudat menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dan wisatawan yang berada di Gili Air. Metode penyampaian pesan kesehatan melalui pertunjukan seni dinilai lebih efektif, menghibur, dan mudah dipahami masyarakat dari berbagai kalangan.

Dengan kegiatan ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat mengenai bahaya pernikahan dini dan pentingnya penanganan stunting semakin meningkat, sehingga generasi masa depan Lombok Utara dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas.


0 Komentar




















Type and hit Enter to search

Close