![]() |
| BPBD Lombok Utara Gelar Sosialisasi Pemanfaatan SIK Siaga NTB, Dorong Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Aplikasi |
Lombok Utara, penantb.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menggelar Sosialisasi Pemanfaatan Sistem Informasi Kebencanaan (SIK) Siaga NTB yang bertempat di Aula Kantor Bupati, Sabtu (2/11).
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT, serta dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD KLU M. Zaldi Rahadian, ST., MT, Kabid Kedaruratan BPBD Provinsi NTB Ria Febriani, para camat, kepala desa se-KLU, dan unsur terkait lainnya.
Melalui sosialisasi ini, BPBD KLU mendorong pemanfaatan aplikasi SIK Siaga NTB, sebuah platform kebencanaan yang disiapkan Pemerintah Provinsi NTB bekerja sama dengan program SIAP SIAGA, dan dapat diunduh melalui Google Playstore. Aplikasi ini menyediakan informasi lengkap terkait kejadian bencana di seluruh wilayah NTB secara real time.
Kalak BPBD KLU, M. Zaldi Rahadian, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan aplikasi SIK menjadi sarana penting bagi pemerintah maupun masyarakat dalam memperkuat kesiapsiagaan.
“Aplikasi ini sangat membantu, baik bagi pemerintah daerah maupun masyarakat umum. Ke depan bagaimana SIK ini bisa terus disosialisasikan agar masyarakat semakin paham dan waspada terhadap potensi bencana,” ujarnya.
Zaldi juga menyampaikan capaian membanggakan yang diraih Lombok Utara di tingkat nasional. Berkat upaya dan kesiapsiagaan yang baik, KLU berhasil menempati peringkat keempat nasional sebagai daerah dengan penanggulangan bencana terbaik, berdasarkan penilaian indeks oleh Kemendagri dengan skor 92,44 kategori sangat baik. Posisi tersebut berada di bawah Denpasar, Buleleng, dan Luwu Timur.
“Prestasi ini hasil kerja keras semua pihak. Harapannya tahun 2026 posisi ini tidak hanya dipertahankan, tetapi juga semakin meningkat,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat mengingat wilayah Lombok Utara memiliki berbagai potensi bencana, khususnya gempa bumi.
Ia mengingatkan bahwa mitigasi bencana tidak cukup hanya menunggu instruksi pemerintah, tetapi membutuhkan inisiatif dan kewaspadaan setiap warga.
“Dengan adanya SIK Siaga, masyarakat dapat memantau peringatan dini bencana langsung melalui handphone masing-masing. Ini adalah upaya kita bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan,” jelasnya.
Wabup Kus juga memberikan apresiasi tinggi atas prestasi yang diraih BPBD KLU sebagai salah satu daerah terbaik dalam penanggulangan bencana.
Menurutnya, bencana merupakan kondisi yang tidak bisa ditunda, sehingga koordinasi dan upaya mitigasi harus dilakukan sejak dini dan secara berkelanjutan.
“Ikuti kegiatan ini dengan serius. Apa yang menjadi tujuan pemerintah melalui aplikasi SIK harus dapat diwujudkan demi manajemen bencana yang lebih baik di KLU,” tutupnya.
Dengan adanya sosialisasi ini, BPBD KLU berharap pemanfaatan aplikasi SIK Siaga NTB dapat memperkuat budaya sadar bencana di masyarakat, meningkatkan kewaspadaan, dan mempercepat respons terhadap potensi ancaman di masa mendatang.

0 Komentar