Breaking News

Masyarakat Desa Jenggala Geruduk Kantor Desa, Desak Oknum Kades Mundur Usai Skandal Perselingkuhan Viral

 

Foto// Masa Aksi 

Lombok Utara, Penantb.com – Ratusan warga Desa Jenggala menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Desa Jenggala pada Senin siang, buntut dari viralnya dugaan skandal perselingkuhan yang melibatkan oknum Kepala Desa Jenggala. Massa yang terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga ibu-ibu itu berjalan kaki dari pertigaan Tanak Song sambil membawa sejumlah spanduk bertuliskan “Turunkan Kepala Desa” dan “Kades Harus Mundur”.

Aksi tersebut menjadi puncak kekecewaan warga atas perilaku oknum kepala desa yang dianggap telah mencoreng martabat pemerintahan desa dan melukai kepercayaan masyarakat. Situasi di depan kantor desa massa tetap tertib dan menyampaikan aspirasi dengan pengawalan aparat kepolisian.

Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan beberapa tuntutan utama. Pertama, mereka meminta agar kepala desa segera mengundurkan diri dari jabatannya tanpa menunggu proses panjang. Kedua, massa menuntut agar seluruh aset desa yang berada dalam penguasaan oknum kades, termasuk sepeda motor dinas, segera dikembalikan.

Menurut warga, tindakan tersebut merupakan langkah yang harus diambil untuk menjaga marwah desa dan memastikan roda pemerintahan tidak terhambat akibat persoalan pribadi yang telah menjadi konsumsi publik.

Yardianto, salah satu orator aksi, menyampaikan kekecewaan mendalam mewakili masyarakat Jenggala. Dengan suara lantang di hadapan massa, ia menegaskan bahwa warga tidak bisa lagi menerima kepemimpinan kepala desa saat ini.

“Kami sebagai warga desa Jenggala kecewa dengan apa yang telah dilakukan oleh kepala desa. Kami harap beliau mundur dengan terhormat. Dulu saat terpilih beliau diterima dengan hormat, maka sekarang kami minta mundur juga dengan hormat,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tindakan kepala desa bukan hanya mencederai nama baik pribadi, tetapi juga telah merusak kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintahan desa.

Tidak hanya dari kalangan pemuda, suara tegas juga datang dari tokoh adat setempat. Nuryanto, salah satu tokoh adat Desa Jenggala, mengatakan bahwa skandal tersebut telah menyinggung nilai dan norma adat yang berlaku di wilayah mereka.

“Krama adat kami di Desa Jenggala akan menjastis dan menghukum sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Kami tegaskan, jangan sekali-kali kepala desa terlihat di kantor ini,” ujarnya di hadapan massa.

Pernyataan itu sontak disambut sorakan warga yang menilai tindakan kepala desa telah melampaui batas toleransi masyarakat adat.

Hingga aksi berakhir, kepala desa yang menjadi sorotan tidak tampak hadir di kantor desa. Warga menyatakan bahwa aksi ini adalah bentuk peringatan pertama. Apabila tidak ada langkah jelas dari pemerintah kecamatan maupun kabupaten, mereka mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar.


0 Komentar
















Type and hit Enter to search

Close