Breaking News

BNN NTB Fokus Tangani Kerawanan Narkoba di Lombok Utara, Tiga Gili Jadi Prioritas Pengawasan

 

Foto//Kepala BNN Provinsi NTB, Brigjen Pol Marjuki, S.I.K., M.Si.,

Lombok Utara, Penantb.com – Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menjadi perhatian Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) karena dianggap sebagai salah satu wilayah yang cukup rawan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba. 

Letak geografis KLU yang strategis, menjadi pintu masuk bagi wisatawan dari Bali maupun dari Mataram, membuat daerah ini rentan menjadi jalur transit sekaligus lokasi peredaran narkoba, terutama di kawasan wisata tiga Gili (Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air.)

Kepala BNN Provinsi NTB, Brigjen Pol Marjuki, S.I.K., M.Si., mengungkapkan bahwa pihaknya terus memaksimalkan langkah pencegahan dan pengawasan di wilayah-wilayah yang memiliki potensi tinggi terhadap peredaran narkoba. 

Menurutnya, tiga Gili di Kecamatan Pemenang menjadi fokus utama penanganan karena banyaknya arus wisatawan yang keluar-masuk, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

“Karena di KLU ini merupakan pintu masuk turis dari Bali dan Mataram, maka kami menjadikan tiga Gili serta Desa Pemenang sebagai prioritas utama dalam upaya pencegahan narkoba,” ujar Brigjen Marjuki kepada media seusai menghadiri pertemuan bersama bupati Lombok Utara Selasa (11/11/2025)

Selain menjadi destinasi wisata unggulan, posisi Lombok Utara juga sangat strategis dalam jalur transportasi laut. Barang-barang haram, menurut Marjuki, bisa saja masuk dari berbagai arah, baik dari Bima, Bali, maupun Mataram. Kondisi inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi aparat penegak hukum dalam melakukan deteksi dan pencegahan dini.

“Kalau masuk barang bisa dari mana saja. Dari Bima bisa, dari Bali bisa, dan dari Mataram juga bisa masuk ke Lombok Utara ini,” jelasnya.

Pihak BNN bersama aparat kepolisian dan instansi terkait terus memperkuat koordinasi untuk mempersempit ruang gerak para pengedar. 

Meski rawan, Brigjen Marjuki menyebut bahwa angka penyalahgunaan narkoba saat ini cenderung menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

Berdasarkan data internal BNN, tingkat prevalensi pengguna narkoba kini berada 1 persen, dan diperkirakan akan terus menurun seiring peningkatan edukasi dan penegakan hukum.

“Angka prevalensi narkoba menurun, sekarang sudah 1 persen. Kami harap nanti bisa lebih kecil lagi, terutama untuk pengguna dari kalangan pekerja malam yang selama ini banyak menggunakan narkoba karena masih memiliki persepsi yang salah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar pengguna narkoba di Lombok Utara berasal dari kelompok pekerja malam dan sektor pariwisata. 

Faktor lingkungan dan tekanan pekerjaan sering kali menjadi pemicu mereka mencoba barang terlarang tersebut, dengan asumsi keliru bahwa narkoba bisa meningkatkan stamina atau kepercayaan diri.

Selain penegakan hukum, BNN NTB juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pertahanan dini terhadap ancaman narkoba. 

Edukasi mengenai bahaya narkoba bagi kesehatan fisik, mental, dan sosial terus digencarkan melalui berbagai kegiatan sosialisasi di desa-desa rawan.

“Kami berharap masyarakat bisa memahami efek buruk narkoba, baik untuk kesehatan, psikis, maupun sosial. Kalau masyarakat sudah tahu dampaknya, ketika ditawari mereka akan menolak. Artinya, kita kuatkan ketahanan diri dari masyarakat itu,” tutupnya.


0 Komentar

















Type and hit Enter to search

Close