![]() |
| Foto//Kilometer PDAM |
Lombok Utara, Penantb.com — Keluhan terhadap pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Amerta Dayan Gunung kembali mencuat di masyarakat. Kali ini, warga Dusun Menggala, Kecamatan Pemenang—yang lokasinya hanya berjarak beberapa ratus meter dari Pendopo Bupati Lombok Utara—mengaku frustrasi karena air PDAM hanya mengalir pada malam hari.
Salah satu warga setempat, Fahrozi Ozi, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih di siang hari.
“Ya benar sekali pak, air PDAM hanya datang pas malam hari saja,” ujarnya dengan nada kesal saat dihubungi Penantb.com, Kamis (6/11/2025).
“Harapan kami, seperti tahun-tahun sebelumnya, airnya lancar pagi, siang, malam tanpa macet,” tambahnya.
Kekecewaan Fahrozi sebelumnya juga disampaikan melalui unggahan di akun Facebook pribadinya. Dalam postingan tersebut, ia menilai PDAM tidak profesional dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.
“Main-main mau cabut kilometer, sedangkan pelayanan tidak sepadan. Air di wilayah kami hanya mengalir malam hari. Lelah kami begadang menunggu air. Kalau bayar tidak bisa telat, bawa linggis palu mau cabut kilometer,” tulisnya dengan nada geram.
Unggahan tersebut langsung mendapat banyak tanggapan dari warganet yang mengalami masalah serupa. Salah satunya akun Cakrawati, yang meminta PDAM segera mendengar dan menindaklanjuti keluhan pelanggan.
“Untuk PDAM, tolong dengarkan keluhan pelanggan. Jangan salahkan kalau nanti seluruh pelanggan yang terdampak macet air marah. Airnya mengalir saat malam doang. Kami ini beli air, bukan gratisan,” tulisnya.
Nada senada juga disampaikan Yulian Yuli We, yang menyoroti ketimpangan antara kewajiban pelanggan membayar dengan kualitas pelayanan yang diterima.
“Bapak, air tidak datang tapi tetap bayar mahal. Kalau telat bayar langsung mau dicabut kran. Coba deh dipikir sedikit, masa air nggak datang tapi tetap bayar,” keluhnya.
Sementara itu, akun Wira Crly mendesak agar aparat penegak hukum turun tangan untuk memeriksa kinerja PDAM yang dinilai tidak transparan.
“Ganti Dirut-nya! Untuk kejaksaan tolong audit sama BPK turun ke lapangan. Semakin susah aja air PDAM, bayar mahal tapi udara yang datang,” tulisnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Aryaswaka, warga yang mengaku sudah berbulan-bulan tidak mendapat aliran air sama sekali.
“Sudah hampir empat bulan air di tempat kami tidak pernah mengalir. Beberapa warga akhirnya membuat sumur bor meski biayanya mahal, karena air sangat dibutuhkan. Kami tetap bayar setiap bulan karena takut didenda, tapi air yang kami bayar tidak pernah datang setetes pun,” ungkapnya.
Banjirnya keluhan dari warga ini menandakan adanya persoalan serius dalam manajemen dan sistem distribusi PDAM Amerta Dayan Gunung. Warga berharap pihak PDAM segera melakukan evaluasi menyeluruh, memperbaiki jaringan distribusi air, serta memberikan penjelasan terbuka kepada publik mengenai kendala yang menyebabkan layanan macet.
Semnatara itu pihak dari PDAM Amerta Dayan Gunung saat dikonfirmasi media terkait dengan permasalahan ini hanya menjawab pesan dengan singkat
"Kebetulan agenda saya pagi hari ini ada kunjungan PDAM Bali, mungkin lain hari aja iya pak," jawab Direktur PDAM Amerta Dayan Gunung Ramdhan Jayadi

0 Komentar