Breaking News

UPTD Persampahan DLH Lombok Utara Optimis Capai Target Retribusi Tahun 2025

 

Foto//Kepala UPTD Persampahan DLH KLU, Wiratmo, 

Lombok Utara ( Penantb.com ) – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus berupaya memaksimalkan capaian pendapatan retribusi persampahan. Hingga September 2025, realisasi penerimaan retribusi sudah mencapai angka 73,19 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 1,5 miliar.

Kepala UPTD Persampahan DLH KLU, Wiratmo, saat ditemui Kamis (2/10/2025) menyampaikan pihaknya optimis bisa menutup sisa target dalam empat bulan ke depan. Menurutnya, tren penerimaan retribusi relatif stabil dengan rata-rata kontribusi sekitar Rp 100 juta setiap bulan.

“Kalau kita lihat dari pola penerimaan, setiap bulannya cenderung stabil. Jadi kami optimis sisa empat bulan ke depan target bisa tercapai,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sumber penerimaan retribusi terbesar saat ini berasal dari sejumlah hotel, pelanggan rumah tangga, layanan kesehatan, hingga kantor pemerintahan. Dengan karakteristik daerah Lombok Utara yang memiliki potensi wisata cukup besar, terutama di kawasan Tiga Gili (Trawangan, Air, dan Meno), potensi pelanggan baru masih terbuka luas.

Tim Pendataan dan Sosialisasi

Untuk mengoptimalkan potensi penerimaan, UPTD Persampahan membentuk tim khusus yang ditugaskan melakukan pendataan pelanggan baru di seluruh dusun. Tim ini tidak hanya mencatat potensi, tetapi juga gencar melakukan sosialisasi pentingnya membayar retribusi serta menjaga kebersihan lingkungan.

“Tim ini kita turunkan ke lapangan untuk menjaring pelanggan baru. Permintaan dari hotel-hotel juga semakin meningkat, jadi peluang kita untuk menambah penerimaan semakin besar,” kata Wiratmo.

Selain itu, pihaknya juga mendorong masyarakat agar lebih peduli pada pengelolaan sampah rumah tangga. Masih banyak warga yang memilih membuang sampah sembarangan, membakar, atau menimbunnya di kebun karena keterbatasan layanan pengangkutan.

Kendala Geografis dan Sarpras Terbatas

Namun, kerja keras UPTD Persampahan tidak lepas dari berbagai kendala. Salah satu tantangan utama adalah kondisi geografis Lombok Utara yang sebagian besar berupa wilayah perbukitan. Situasi ini membuat distribusi layanan persampahan tidak bisa menjangkau seluruh masyarakat secara maksimal.

“Kendalanya memang ada, terutama masyarakat yang tinggal di perbukitan. Banyak yang akhirnya memilih membuang atau menimbun sampah sendiri karena sulit terjangkau layanan,” jelasnya.

Faktor lain yang menjadi hambatan adalah keterbatasan sarana dan prasarana (sarpras). Saat ini, UPTD Persampahan hanya memiliki 8 unit arm roll dan 10 unit dump truck. Jumlah tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal untuk melayani seluruh wilayah Lombok Utara.

“Idealnya sarana kita harus dua kali lipat dari yang ada sekarang. Kalau itu bisa dipenuhi, tentu capaian retribusi akan lebih cepat tercapai karena cakupan layanan juga semakin luas,” tambah Wiratmo.

Target Lebih Tinggi di Tahun 2026

Meski menghadapi keterbatasan, UPTD Persampahan tetap memasang target lebih tinggi di tahun mendatang. Pemerintah daerah telah menetapkan target retribusi tahun 2026 sebesar Rp 2,745 miliar. Untuk menghadapi tantangan itu, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi.

“Target tahun depan naik signifikan, hampir dua kali lipat. Kami tetap optimis bisa mencapainya, tapi harus dibarengi dengan tambahan sarana dan prasarana yang memadai,” tegas Wiratmo.

Pihaknya berharap dukungan dari pemerintah daerah dalam bentuk penambahan armada dan fasilitas persampahan dapat segera terealisasi. Dengan demikian, selain capaian retribusi bisa meningkat, pelayanan kepada masyarakat juga lebih optimal.

“Kalau sarpras bisa ditambah, bukan hanya target retribusi yang tercapai, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah bisa meningkat karena layanan tersedia hingga ke pelosok,” pungkasnya.


0 Komentar




















Type and hit Enter to search

Close