![]() |
| Foto// Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lombok Utara Sahabudin |
Tanjung, Lombok Utara — Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus berupaya mempercantik wajah ibu kota daerah melalui pembangunan infrastruktur publik yang berorientasi pada estetika, budaya, dan ekonomi masyarakat. Salah satu proyek unggulan yang kini menjadi sorotan adalah pembangunan Alun-Alun Tioq Tata Tunaq Dayan Gunung di Tanjung.
Proyek prestisius yang menelan anggaran Rp15 miliar dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2025 ini dibangun di atas lahan seluas 1,8 hektare di kawasan eks Lapangan Super Smart Tanjung. Pembangunan alun-alun ini diharapkan menjadi simbol baru kebanggaan masyarakat Lombok Utara sekaligus ruang interaksi publik yang modern dan representatif.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Lombok Utara, Sahabudin, menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memiliki makna filosofis yang kuat bagi identitas masyarakat Dayan Gunung.
“Kami ingin menghadirkan ruang publik yang modern namun tetap berakar pada budaya lokal. Alun-alun ini akan menjadi tempat yang mencerminkan nilai-nilai Tioq Tata Tunaq — bersatu, tertib, dan tangguh — yang menjadi semangat masyarakat Lombok Utara,” jelas Sahabudin di Tanjung, Rabu (16/10/2025).
Ciri khas utama proyek ini terletak pada ikon pohon kurma dan replika Masjid Kuno Bayan, dua elemen arsitektur yang sarat makna. Masjid Bayan merupakan situs bersejarah yang menjadi pusat peradaban Islam Wetu Telu — simbol spiritualitas dan warisan leluhur masyarakat Sasak di Lombok Utara.
Sementara itu, pohon kurma melambangkan keteguhan dan kemakmuran, dua nilai yang diharapkan tumbuh bersama pembangunan daerah.
“Kami ingin setiap elemen arsitektur di alun-alun ini punya makna. Tidak sekadar estetika, tapi juga filosofi tentang ketahanan dan kemajuan masyarakat,” tambah Sahabudin.
Desain gerbang utama alun-alun mengadopsi arsitektur geometris modern berpadu dengan ornamen tradisional Sasak. Di area tengah berdiri pendopo beratap khas Nusantara, dikelilingi taman hijau, jalur pedestrian, area bermain anak, serta plaza utama. Pada malam hari, cahaya lampu taman dirancang menghadirkan suasana hangat dan elegan, menjadikan alun-alun ini pusat aktivitas sosial dan rekreasi keluarga yang aman dan nyaman.
Pembangunan Alun-Alun Tioq Tata Tunaq Dayan Gunung dilakukan secara bertahap untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan proyek. Tahap pertama akan difokuskan pada penataan area depan, akses utama, dan plaza tengah.
Tahap selanjutnya akan memperluas area dengan pembangunan jogging track, taman bermain, serta zona kuliner rakyat yang diharapkan menjadi wadah bagi pelaku UMKM lokal.
“Kami ingin ruang ini tidak hanya indah, tetapi juga berdampak bagi ekonomi warga. Masyarakat bisa berjualan, menggelar acara, atau sekadar bersantai di sini. Alun-alun ini milik bersama,” tutup Sahabudin

0 Komentar