Breaking News

DLH Lombok Utara Tegaskan Butuh Dukungan Penuh Atasi Sampah Gili Trawangan

 

Foto// Sekdis DLH Lombok Utara I Dewa Gede Putra



Lombok Utara, ( penantb.com )– Persoalan sampah di kawasan wisata Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dituntaskan. Meski pengelolaan sampah harian sudah berjalan, gunungan sampah yang menumpuk selama puluhan tahun tetap menjadi persoalan utama yang membutuhkan solusi jangka panjang.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Utara, I Dewa Gede Purwa, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sudah melakukan pengolahan sampah setiap hari. Namun, ia tidak menampik masih sering mendapat keluhan dari pelaku usaha di Gili Trawangan terkait layanan pengangkutan sampah.

“Sekarang ini setiap hari kita olah sampah. Tetapi jam 10 pagi saja kita belum sempat angkut sampah di hotel-hotel, pemilik usaha sudah banyak yang komplain,” ungkap Dewa Purwa.

Menurutnya, kendala terbesar bukan hanya soal pengangkutan sampah baru, melainkan juga tumpukan sampah lama yang sudah menggunung di lahan milik salah satu warga.

Gunungan sampah ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan menjadi beban besar bagi pengelolaan lingkungan di kawasan wisata internasional tersebut.

“Yang menjadi kendala di Gili Trawangan terkait sampah ini adalah sampah yang menggunung, yang sudah puluhan tahun menumpuk. Itu ada di lahan milik H. Harsan,” jelasnya.

Meski begitu, DLH memastikan bahwa langkah penanganan sudah mulai dilakukan secara bertahap. Pihaknya juga telah menyiapkan alat yang bisa mengelola sampah baru, sehingga tumpukan lama tidak semakin bertambah.

“Langkah kemarin kita juga sudah ada alat, artinya sampah yang baru sudah bisa terkelola. Termasuk sampah yang menggunung itu juga kita kelola secara bertahap,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah daerah bersama berbagai pihak juga telah bersepakat untuk menggunakan Insinerator sampah sebagai salah satu solusi. Namun, penggunaan teknologi tersebut masih membutuhkan proses panjang, termasuk kajian mendalam agar tetap ramah lingkungan.

“Kemarin juga ada kesepakatan akan menggunakan Insinerator sampah, cuma masih membutuhkan proses. Banyak yang harus dilalui, seperti kajian dan memastikan ramah lingkungan. Kalau Kementerian tidak melarang dan tidak juga menganjurkan, artinya ketika urgent, selama prosesnya ramah lingkungan kenapa tidak kita lakukan,” terang Dewa Purwa.

DLH Lombok Utara sendiri menargetkan permasalahan sampah di Gili Trawangan bisa segera ditangani dengan lebih optimal. Namun, Dewa menegaskan, target tersebut membutuhkan dukungan penuh baik dari sisi anggaran, sumber daya manusia (SDM), maupun peralatan yang memadai.

“Intinya kami punya target untuk mengatasi persoalan sampah ini. Tetapi kami juga butuh didukung dengan anggaran, butuh SDM, butuh alat. Alat bagus kalau tidak didukung SDM tidak bisa jalan, begitu juga sebaliknya. Semua itu butuh proses,” pungkasnya.


0 Komentar


















Type and hit Enter to search

Close