![]() |
| Pemda KLU gelar penyuluhan stunting melalui GENTING di Ponpes Darul Iman |
Lombok Utara, Penantb.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas P2KBPMD KLU menggelar kegiatan penyuluhan stunting dengan pendekatan budaya melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Acara yang dirangkai dengan pergelaran kesenian tradisional Komedi Rudat ini berlangsung di Ponpes Darul Iman Bentek, Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Kamis (25/9).
Hadir dalam kegiatan tersebut Perwakilan BKKBN Provinsi NTB Lalu Agustan Kusumaredi S.Kom., MM, Kadis DP2KBPMD KLU Atmaja Gumbara SP., ME, Camat Pemenang, serta sejumlah undangan lainnya.
Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT. yang akrab disapa Wabup Kus menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk bersama-sama menekan angka stunting di Lombok Utara.
“Saya ucapkan terima kasih atas kehadirannya. Ini sebagai komitmen bersama menuntaskan stunting di Lombok Utara,” ujar Wabup Kus yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) KLU.
Dalam kesempatan itu, Wabup Kus juga berinteraksi dengan para santri dan santriwati melalui sesi tanya jawab guna mengetahui sejauh mana pemahaman mereka tentang pencegahan stunting.
Sementara itu, perwakilan BKKBN NTB, Lalu Agustan, menegaskan salah satu penyebab stunting adalah pernikahan usia anak.
Menurutnya, meski Undang-Undang menetapkan usia minimal pernikahan 19 tahun, secara ideal perempuan sebaiknya menikah di usia 21 tahun dan laki-laki di usia 25 tahun.
“Dari 38 provinsi di Indonesia, NTB menjadi daerah dengan angka pernikahan usia anak tertinggi, mencapai 14 persen,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pernikahan dini tidak hanya berdampak pada putusnya pendidikan dan terhambatnya cita-cita, tetapi juga berpotensi melahirkan generasi dengan kualitas SDM rendah sehingga meningkatkan risiko stunting.
Kadis P2KBPMD KLU, Atmaja Gumbara, dalam laporannya menyebut kegiatan ini merupakan kolaborasi antara dinas dengan kesenian Rudat untuk menyosialisasikan pencegahan stunting dan pernikahan dini.
“Program ini bagian dari kebijakan pemerintah pusat melalui BKKBN RI hingga ke daerah, dan telah dilaksanakan di lima kecamatan,” jelas Atmaja.
Ia menambahkan, pemerintah juga mengusung tema Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) serta Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) untuk memperkuat peran orang tua dalam pengasuhan anak dan pendampingan remaja.
Ketua Yayasan Darul Iman NWDI Bentek, Ahmad Muallim Umam Lc, menyampaikan apresiasinya atas dipilihnya Ponpes Darul Iman sebagai lokasi kegiatan.
Ia menyebut, ponpes tersebut menampung 1.373 santri dari berbagai daerah di Lombok Utara bahkan luar NTB.
“Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap para santri mendapat edukasi mengenai pencegahan stunting melalui pendekatan budaya,” ucapnya.
Acara ditutup dengan penampilan kesenian Rudat serta pembagian doorprize kepada santri dan santriwati peserta penyuluhan. (Ten)

0 Komentar