Breaking News

DLH KLU Siapkan Strategi Baru Atasi Sampah, Fokus pada Pengadaan Tong Komposter

Foto// Sampah di pinggir jalan

 

Lombok Utara, Penantb.com – Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU). Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) per 16 Juni 2025, volume sampah di daerah ini mencapai 108,79 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen didominasi sampah sisa makanan rumah tangga, sementara 15 persen berupa plastik.

Kepala Bidang Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KLU, Samsul Hadi, Selasa (30/09/2025) menyampaikan bahwa kondisi tersebut mendorong pemerintah menyiapkan strategi baru pengelolaan sampah. Salah satunya dengan menghadirkan tong komposter di setiap dusun untuk mengurangi timbulan sampah organik sejak dari sumbernya.

Menurutnya, pengadaan tong komposter diharapkan tidak hanya menekan jumlah sampah yang masuk ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), tetapi juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat terbiasa memilah dan mengolah sampah rumah tangga.

“Persoalan sampah ini memang kompleks. Tapi perubahan perilaku masyarakat sangat penting supaya timbulan sampah tidak terlalu banyak,” jelasnya.

Saat ini, KLU memiliki 19 unit TPS3R, namun enam di antaranya tidak berfungsi, sedangkan 13 lainnya beroperasi tidak maksimal. Kondisi tersebut membuat peran masyarakat dalam pengurangan sampah dari rumah menjadi semakin mendesak.

Kepala Dusun Majalangu, Desa Sokong, Aljihad Hidayatullah, menyambut baik rencana tersebut. Ia menilai pengadaan tong komposter lebih realistis membantu warga dibandingkan melanjutkan TPS3R yang sudah dibangun, namun tidak berfungsi.

“Bagus kalau ada tong yang begitu. Kalau TPS3R dilanjutkan justru menimbulkan masalah baru, karena suaranya berisik,” ujarnya 

Aljihad menambahkan, TPS3R di Majalangu sejak awal dibangun pada lokasi yang tidak tepat, karena posisinya berada di belakang sekolah, dekat masjid, pemukiman warga, serta tidak memiliki akses jalan memadai.

Akibatnya, warga setempat lebih memilih membakar dan menimbun sampah, meski sebagian tetap memanfaatkan layanan pengangkutan sampah dari DLH KLU.


0 Komentar


















Type and hit Enter to search

Close