![]() |
| Foto// Dermaga Kayangan |
Lombok Utara, penantb.com - Ditutupnya dermaga sementara di Desa Selengen Kecamatan Kayangan Lombok Utara lantaran tuntutan aksi demo beberapa waktu lalu, kini sudah bisa dibuka kembali. Hal ini diamini oleh Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Utara Ali Imron, Jumat (05/09/2025). Menurutnya, salah satu yang menjadi tuntutan aksi yaitu lantaran para sopir dumtruk tidak dilibatkan dalam mengangkut material yang disuplai untuk pembangunan proyek ke Gili Meno.
Namun demikian ketika dilakukan pertemuan dengan melibatkan semua pihak, alhasil sejumlah sopir dump truk pun rekanan pengusaha sepakat untuk bekerjasama kaitan pengakomodiran itu. Demikian dengan status dermaga yang tadinya ditutup kini sudah bisa dibuka dan dimanfaatkan kembali.
"Kami hanya memfasilitasi dari pengusaha biar sepakat dengan hal hal yang mereka tuntut. Karena kemarin yang jadi tuntutan salah satunya tidak dilibatkan, akhirnya setelah bertemu semua sepakat termasuk dibukanya dermaga," ujarnya.
Dijelaskan, menyangkut hal lain dishub diakuinya berperan memberikan rekomendasi dilokasi tersebut untuk dijadikan dermaga sementara.
Hal ini juga dengan telah berkoordinasi dengan Syahbandar Pemenang atas permintaan dari rekanan sebelum pengerjaan. Ali menambahkan, dermaga sendiri dibuka sejalan dengan datangnya kapal tongkang inipun para sopir yang sebelumnya menolak juga telah setuju.
"Kemarin memang diperintah untuk tutup, dan sudah dibuka kembali berdasarkan kesepakatan. Kalau secara izin sudah lengkap, kemarin unsur non teknis minta ke DPR," jelasnya.
"Yang jelas Dishub hanya menjembatani apa yang jadi keberatan sehingga dermaga ditutup. Jika persoalan telah klir semua terakomodir saya kira bisa terlaksana," imbuhnya.
Sementara itu, Ramli perwakilan sopir dumtruk mengatakan, dalam tuntutan aksi demo sebelumnya memang pihaknya beserta puluhan sopir dumtruk lain menuntut agar dilibatkan dalam pengangkutan material.
Namun setelah pertemuan dan diskusi dengan sejumlah pihak akhirnya terjadi kesepakatan yang mengakomodir para sopir tersebut.
"Kesimpulannya kalau dari 5 tuntutan ini bisa diakomodir baik pemerintah dan rekanan dan ternyata dari 5 ini terakomodir semua. Makanya kami sepakat dengan teman sopir untuk tidak adalagi gejolak yang membuat pembangunan di KLU ini menjadi terhambat," terangnya.
"Terkait kapan dibukanya silahkan, menurut info tergantung kapan kapal tongkang datang. Jadi begitu ada tongkang dermaga otomatis dibuka," pungkasnya.

0 Komentar