Breaking News

Dinas NAKER-PMPTSP Lombok Utara Tekankan Pentingnya Bahasa Asing bagi CPMI Menuju Pasar Kerja Global

Foto//Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (NAKER-PMPTSP) Lombok Utara, Evi Winarni

 Lombok Utara, Penantb.com – Minat Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Kabupaten Lombok Utara untuk bekerja di luar negeri masih terbatas pada Malaysia. Padahal, sejumlah negara lain seperti Jerman, Jepang, dan Korea Selatan membuka peluang kerja, mulai dari sektor kesehatan hingga tenaga teknis seperti tukang las. 

Sayangnya, hambatan bahasa menjadi faktor utama yang membuat peluang tersebut belum banyak dimanfaatkan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (NAKER-PMPTSP) Lombok Utara, Evi Winarni, menjelaskan penempatan PMI ke luar negeri, khususnya Eropa, sebagian besar melalui skema Government to Government (G to G). 

Salah satu contoh adalah penempatan tenaga kesehatan ke Jerman, yang mensyaratkan penguasaan bahasa Jerman dan Inggris dengan standar uji IELTS, bukan TOEFL.

“Ini tantangan terbesar kita, bagaimana CPMI bisa menguasai minimal bahasa Inggris. Tanpa itu, sulit untuk bersaing,” ujarnya, Jumat (12/09/2025).

Selain Jerman, Jepang juga menawarkan program magang. Namun, dari Lombok Utara baru dua orang yang berhasil berangkat dalam dua tahun terakhir. 

Korea Selatan pun sempat membuka peluang kerja setelah ada kunjungan dari salah satu wali kotanya. Namun, lagi-lagi keterbatasan bahasa menjadi kendala utama.

Menurut Evi, pemerintah daerah kini mendorong peningkatan kompetensi CPMI dengan memasukkan bahasa asing ke dalam kurikulum SMK. 

Bahasa Jepang, Jerman, maupun Korea menjadi prioritas untuk dipertimbangkan sebagai mata pelajaran tambahan, mengingat peluang kerja yang terbuka lebar di negara-negara tersebut.

“Kalau Balai Latihan Kerja (BLK) belum siap, kita dorong SMK agar bisa mengintegrasikan bahasa asing ke dalam kurikulum. Karena sekarang negara-negara itu yang membuka ruang untuk didatangi,” jelasnya.

Meski peluang kerja ke berbagai negara semakin luas, minat CPMI Lombok Utara masih rendah. Sebagian calon pekerja menganggap prosesnya terlalu rumit dengan kualifikasi yang ketat.

“Tidak ada yang berminat ke sana karena keterbatasan bahasa dan anggapan prosedurnya sulit. Padahal kita ingin agar masyarakat bisa bekerja ke luar negeri dengan cara legal, aman, nyaman, dan sesuai kompetensi,” pungkas Evi. 


0 Komentar




















Type and hit Enter to search

Close