![]() |
| Foto// Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Lombok Utara Sahabudin |
Lombok Utara, penantb.com – Rencana Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) membangun Rumah Sakit baru di wilayah Bayan mendapat dukungan positif dari Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) KLU, Sahabudin, Selasa (19/8/2025).
Menurut Sahabudin, saat ini pemda tengah fokus mematangkan ketersediaan lahan. Pembangunan fisik rumah sakit sendiri direncanakan dimulai pada tahun 2026 dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp56 miliar.
“Tahun ini kami fokus pada lahan, karena di sana sudah ada aset pemda sehingga tinggal disiapkan. Beberapa minggu lalu kami bertemu dengan Wamenkes, responnya sangat positif. Tim dari Kementerian Kesehatan juga akan meninjau lokasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembangunan RS di Bayan bukan dengan cara menaikkan status Puskesmas Anyar, melainkan membangun fasilitas baru. Anggaran pembangunan nantinya bersumber dari APBD dengan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan.
Selain menyiapkan lahan dan infrastruktur, Pemda juga tengah mempersiapkan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendukung operasional rumah sakit tersebut.
“Soal SDM, kami sedang siapkan sesuai persyaratan, mulai dari jumlah dokter spesialis, dokter umum, hingga tenaga medis yang dibutuhkan. Semua harus matang sebelum pembangunan dimulai,” jelas Sahabudin.
Pembangunan RS di Bayan menjadi salah satu prioritas program pemerintahan Najmul Akhyar, Kusmalahadi Syamsuri periode 2025–2030. Kehadiran rumah sakit baru diharapkan mampu mendekatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah timur KLU, khususnya Kecamatan Bayan dan Kayangan, yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh ke RSUD Tanjung.
Selain pembangunan RS, Pemda juga menggagas pembangunan sport center di Kayangan sebagai bagian dari program strategis lima tahun ke depan.

0 Komentar