Lombok Utara, Penantb.com – Dalam upaya membentuk sumber daya manusia (SDM) unggul dan masyarakat yang lebih literat, Polres Lombok Utara secara resmi meluncurkan program unggulan bertajuk "Membaca Dua Lembar Sehari".
Program ini tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi diharapkan menjadi gerakan perubahan pola pikir dan peningkatan kapasitas diri bagi seluruh personel kepolisian.
Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tantangan tugas Polri semakin kompleks dan menuntut personel yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga mumpuni secara intelektual dan memiliki wawasan luas.
“Kita sadar, buku adalah jendela dunia. Jika kita membaca dua lembar sehari secara konsisten, bayangkan saja, dalam satu bulan kita bisa menuntaskan satu buku. Dalam satu tahun, puluhan perspektif baru bisa kita dapatkan,” ujar Kapolres.
Lebih jauh, AKBP Agus menegaskan bahwa budaya membaca yang ditanamkan melalui program ini sejalan dengan semangat Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) yang digaungkan oleh Kapolri.
Tidak hanya membaca buku konvensional, Kapolres juga mengajak personel untuk memanfaatkan teknologi dengan membaca buku digital melalui berbagai platform dan e-library.
“Daripada membaca hal-hal yang kurang bermanfaat seperti konten di game online, lebih baik kita manfaatkan gadget untuk mengakses bacaan yang membangun,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, AKBP Agus juga mengungkapkan bahwa sebagian besar buku yang dipamerkan merupakan karya dari istrinya, Ny. Henny Agus Purwanta, yang juga seorang dosen dan akuntan profesional.
Hingga kini, Ny. Henny telah menulis dan menerbitkan 20 buku yang mayoritas membahas akuntansi, keuangan, dan perpajakan.
Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Henny Agus Purwanta, dalam kesempatan yang sama mengungkapkan kegelisahannya terhadap rendahnya minat baca masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.
“Studi menunjukkan hanya 0,001 persen penduduk Indonesia yang berliterasi. Di Lombok Utara, hanya 3 persen. Ini sangat memprihatinkan,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan membaca dari diri sendiri sebelum memerintah orang lain.
Menurutnya, seorang profesor sekalipun tidak bisa lepas dari membaca setiap hari, walau hanya beberapa menit.
“Yang saya minta bukan hanya launching, tetapi komitmen. Tanda tangan yang dibubuhkan hari ini adalah bentuk komitmen membaca, bukan untuk saya, bukan untuk Kapolres, tapi untuk diri sendiri,” tegasnya.
Program ini juga membuka ruang diskusi, berbagi buku elektronik, dan membentuk budaya literasi kolektif di lingkungan Polres Lombok Utara.
Dalam penutupnya, Kapolres mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan membaca sebagai kebutuhan, bukan kewajiban, dan meyakini bahwa gerakan kecil ini akan membawa dampak besar ke depan.
"Mari kita biasakan membaca sebagai ‘obat’ edukasi spiritual, agar kita terhindar dari konten negatif dan tetap berpikir positif," pungkas Kapolres.
0 Komentar