![]() |
Foto//Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Alun-Alun, Kepala Bidang Cipta Karya Rangga Wijaya, |
Tanjung, Penantb.com – Proyek pembangunan alun-alun Kota Tanjung di Lapangan Tiok Tataq Tunaq resmi berjalan, meski progres pengerjaan saat ini masih di bawah 30 persen. Jumat (17/07/2025).
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Alun-Alun, Kepala Bidang Cipta Karya Rangga Wijaya, menyampaikan bahwa meskipun masih banyak kendala, pengerjaan terus dilakukan di lapangan.
“Kita masih berprogres, teman-teman terus bekerja di lapangan. Saat ini progres kita masih di bawah 30 persen,” ujar Rangga
Salah satu kendala utama yang dihadapi dalam pembangunan ini adalah proses hibah lahan eks Koramil.
Pihaknya saat ini tengah mendorong percepatan hibah tersebut melalui koordinasi intensif dengan Kodam IX/Udayana dan KPKNL Denpasar.
“Selama menunggu proses hibah, kita kerjakan sisi barat dulu agar kontrak tetap berjalan. Beberapa minggu terakhir sudah ada informasi positif terkait percepatan hibah. Setelah itu, baru kita bisa eksekusi pembangunan di lahan eks Koramil,” jelas Rangga.
Adapun pekerjaan yang sedang berlangsung saat ini meliputi penimbunan atau peninggian lantai, pembuatan saluran air, serta pembangunan talut penahan tanah, termasuk juga sejumlah persiapan untuk tahap pekerjaan berikutnya.
Pihaknya juga tengah melakukan evaluasi terhadap volume pekerjaan sesuai kontrak. Jika terdapat perbedaan antara kondisi riil di lapangan dengan spesifikasi kontrak, akan dilakukan penyesuaian secara teknis.
“Kontrak pekerjaan ini berjalan hingga November 2025. Pembangunan alun-alun dirancang dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup pengerjaan area depan dan akses jalan masuk, sementara tahap kedua meliputi penataan fasilitas seperti lapak pedagang, area olahraga, panggung, dan sarana pendukung lainnya,” terang Rangga.
Untuk tahun 2025, anggaran yang telah dialokasikan sebesar Rp5,4 miliar, sementara total kebutuhan dana untuk menyelesaikan seluruh tahapan pembangunan mencapai sekitar Rp12 miliar.
Rangga menegaskan bahwa perubahan anggaran di tengah jalan akan sangat berisiko menyebabkan keterlambatan, sehingga solusi terbaik adalah melakukan lelang dini untuk pelaksanaan pada 2026.
“Kami tidak ingin kesalahan sebelumnya terulang. Maka lelang dini jadi pertimbangan terbaik,” katanya.
Ia pun berharap alun-alun ini kelak menjadi ikon baru Kabupaten Lombok Utara dan mampu mengangkat citra Tanjung sebagai pusat kota yang setara dengan ibu kota kabupaten lainnya di NTB.
“Dari sisi pariwisata, Lombok Utara tidak hanya menawarkan wisata bahari. Wisatawan juga ingin menikmati suasana kota, dan ke depan alun-alun ini bisa menjadi salah satu daya tarik,” pungkasnya.
0 Komentar