Breaking News

DPRD KLU Soroti Capaian dan Tantangan: PAD Melonjak, Kemiskinan Menurun, Infrastruktur Pasca Gempa Jadi PR

Foto// Ketua DPRD Kabupaten Lombok Utara Agus Jasmani 

 

Lombok Utara (Penantb.com) – Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus menunjukkan kemajuan signifikan sejak resmi berdiri sebagai daerah otonom pada tahun 2008. Kemajuan itu terlihat dari pertumbuhan pendapatan asli daerah (PAD) yang terus melonjak, penurunan angka kemiskinan, hingga peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Meski demikian, DPRD KLU menegaskan masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus segera dituntaskan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Ketua DPRD KLU, Agus Jasmani, menyampaikan bahwa momen pembangunan saat ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi sekaligus kilas balik atas perjalanan panjang kabupaten yang penuh dinamika. Ia menegaskan, keberhasilan yang telah dicapai tidak lepas dari kerja sama seluruh elemen daerah, namun tidak boleh membuat pemerintah daerah dan masyarakat lengah.

“Kita lihat bersama, kita tahu bersama dari tahun ke tahun selalu ada perubahan, peningkatan, mudah-mudahan ini terus berlanjut,” ujar Agus dalam keterangan resminya

Salah satu capaian terbesar KLU adalah meningkatnya PAD dari tahun ke tahun. Jika pada awal pemekaran PAD daerah hanya sekitar Rp6,8 miliar, kini lonjakan tajam terjadi dengan target tahun 2025 dipatok lebih dari Rp300 miliar. Angka tersebut naik signifikan dibandingkan dengan capaian tahun 2023 yang berada di kisaran Rp180 miliar.

Menurut Agus, peningkatan PAD yang cukup fantastis ini tidak terlepas dari optimalisasi potensi daerah, mulai dari sektor pariwisata, retribusi, hingga pajak daerah. “Kita semua mengajak seluruh masyarakat KLU, kita bangun bareng-bareng kabupaten kita ini,” ucapnya.

Selain capaian PAD, DPRD juga menyoroti tren positif penurunan angka kemiskinan sejak KLU berdiri. Jika pada awal pemekaran persentase penduduk miskin mencapai 43,12 persen, maka kini angka tersebut berhasil ditekan hingga 23,96 persen.

Capaian ini diiringi pula dengan meningkatnya IPM KLU menjadi 68,64 persen. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat KLU terus membaik.

“Kami di DPRD akan terus mendorong baik itu peningkatan PAD, kemiskinan, dan lainnya akan terus kami kawal supaya angka-angka ini kalau PAD harus terus naik, kalau kemiskinan terus turun,” tegas Agus.

Meski menunjukkan progres menggembirakan, DPRD KLU mengingatkan bahwa masih ada persoalan mendasar yang belum terselesaikan, khususnya terkait infrastruktur pasca gempa 2018. Hingga kini, masih banyak rumah tahan gempa (RTG), fasilitas pendidikan, serta kantor pemerintahan yang membutuhkan perbaikan dan penanganan serius.

“Ini salah satu hajat kita, salah satunya ada rumah tahan gempa, ini akan terus kita cari solusinya bersama pemerintah daerah sambil menunggu informasi dari BPBD pusat,” ungkap Agus.

Ia menekankan, keberadaan infrastruktur yang layak tidak hanya penting bagi kenyamanan masyarakat, tetapi juga untuk mendukung aktivitas pemerintahan, pendidikan, dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Agus menambahkan, perjalanan pembangunan KLU masih penuh tantangan. Namun, dengan sinergi antara Pemda, DPRD, dan partisipasi aktif masyarakat, pihaknya optimis KLU akan semakin tumbuh menjadi daerah yang maju dan berdaya saing.

“Dengan sinergi antara Pemda, DPRD, dan partisipasi aktif masyarakat, KLU optimis akan terus tumbuh dan berkembang menjadi kabupaten yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya. (Ten)


0 Komentar


















Type and hit Enter to search

Close