![]() |
Foto// Bangunan sekolah SMP N 3 Tanjung |
Lombok Utara, penantb.com -Kondisi bangunan SMP Negeri 3 Tanjung kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, bangunan sekolah yang terletak di jantung Ibu Kota Kabupaten Lombok Utara itu disebut mengalami kerusakan serius sejak gempa bumi tahun 2018, namun hingga kini belum juga mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Sorotan tajam kali ini datang dari Anggota Komisi II DPRD Lombok Utara, Artadi, yang menilai Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) kurang tanggap dalam menangani kondisi infrastruktur pendidikan yang mengkhawatirkan.
“Kondisi bangunan SMPN 3 Tanjung sangat memprihatinkan sejak gempa beberapa tahun lalu. Sampai hari ini belum juga ada anggaran rehab,” ujar Artadi, Rabu (26/03/2025).
Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa terus dibiarkan. Apalagi sekolah tersebut berada di pusat kota, bukan di wilayah terpencil. Hal itu dinilai menjadi cerminan lemahnya fungsi inventarisasi dan monitoring dari Dikpora.
“Kita berbicara soal keselamatan anak-anak yang setiap hari menuntut ilmu di ruang kelas yang rusak. Ini bukan hal sepele. Bagaimana mereka bisa belajar dengan nyaman jika selalu dihantui rasa takut bangunan akan roboh?” sentilnya.
Artadi menyayangkan sikap pasif Dikpora yang, menurutnya, hanya “duduk manis di balik meja” tanpa benar-benar turun mengecek langsung kondisi sekolah-sekolah di lapangan. Ia mengingatkan agar Dinas tidak hanya fokus membangun proyek baru, tapi juga memperhatikan infrastruktur yang sudah lama rusak dan belum diperbaiki.
“Kami khawatir jika Dikpora ini tidak bekerja dengan maksimal. Mereka sibuk merancang pembangunan baru, tapi lupa memperbaiki yang sudah rusak parah,” tegas politisi Partai Gerindra tersebut.
Artadi juga menyampaikan bahwa dirinya kerap menerima keluhan dari para wali murid yang merasa khawatir dengan keselamatan anak-anak mereka saat belajar di sekolah tersebut. Hal itu, menurutnya, menjadi salah satu alasan kuat untuk menyuarakan kondisi ini ke publik dan meminta tindakan cepat dari pemerintah daerah.
“Kami minta Pemda dan Dikpora segera anggarkan perbaikan RKB (Ruang Kelas Baru) SMPN 3 Tanjung, serta sekolah lain yang kondisinya sama. Jangan tunggu ada korban dulu baru bergerak,” tegasnya.
0 Komentar