![]() |
| Foto// Angota BPPD saat mengunjungi kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara |
Lombok Utara, penantb.com – Gili Festival kembali digelar tahun ini dan menjadi salah satu event unggulan yang masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Senin (30/05/2025)
Untuk memaksimalkan pelaksanaannya, Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara (Dispar KLU) menggandeng Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD).
Festival yang direncanakan berlangsung bulan depan di Gili Air ini akan dikemas dengan berbagai kegiatan budaya khas lokal.
Salah satunya adalah tradisi Mandi Safar (Rebo Bontong), serta berbagai pertunjukan budaya lainnya yang bertujuan memperkuat identitas dan daya tarik destinasi wisata.
Sekretaris Dinas Pariwisata KLU, Ali Zulkarnaen, menegaskan pentingnya persiapan matang untuk menyukseskan event tersebut, mengingat status Gili Festival yang telah masuk dalam KEN.
Artinya, kegiatan ini menjadi perhatian langsung dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata.
“Gili Festival masuk dalam KEN, jadi harus dipersiapkan sebaik mungkin. BPPD memiliki peran strategis dalam hal promosi dan pengemasan acara agar lebih menarik bagi wisatawan,” ujarnya.
Ali juga menambahkan, peran BPPD akan menjadi garda terdepan dalam mendukung suksesnya acara tersebut.
Ia pun mendorong seluruh elemen yang terlibat, terutama BPPD, untuk mulai melakukan persiapan dari sekarang.
Sementara itu, Ketua BPPD KLU, Harun Zaenudin, menyatakan kesiapan pihaknya untuk turut memaksimalkan persiapan event.
Pihaknya berencana melibatkan berbagai unsur seperti pemerintah desa, pelaku usaha pariwisata di Gili, serta partisipasi aktif masyarakat lokal.
“Kami akan meminta draf acara dari Dinas Pariwisata untuk kemudian dibahas di internal BPPD. Nantinya kita lihat apakah perlu ada tambahan atau modifikasi kemasan acaranya. Intinya, kami siap berkontribusi agar Gili Festival sukses dan berkesan,” tutup Harun.

0 Komentar