![]() |
Foto// Ilustrasi |
Lombok Utara, penantb.com -Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Lombok Utara mengungkapkan adanya peningkatan laporan kasus kekerasan seksual, termasuk yang menimpa penyandang disabilitas.
Meski kondisi ini memprihatinkan, namun disinyalir sebagai tanda positif meningkatnya kesadaran dan keberanian masyarakat dalam melaporkan kasus.
Kepala Dinsos PPPA KLU, Faturrahman, menyatakan bahwa peningkatan data kasus bukan semata-mata karena meningkatnya jumlah kekerasan, melainkan juga hasil dari upaya sosialisasi dan edukasi yang selama ini dijalankan oleh pihaknya.
“Kita melihat keberanian masyarakat untuk melapor sudah tumbuh. Ketika ada kasus, respon dari masyarakat dan kami melalui UPTD PPA sangat cepat,” jelas Faturrahman, Selasa (20/5).
Menurutnya, beberapa kasus telah berhasil diselesaikan melalui mekanisme hukum maupun mediasi, terutama pada kasus pernikahan anak.
“Sebagian besar kasus pernikahan anak bisa kita tangani. Kalau tidak bisa dipisahkan langsung, kita bantu ajukan dispensasi ke pengadilan,” terangnya.
Ia juga menjelaskan bahwa upaya mediasi tidak berhenti meskipun ada persetujuan dari kedua orang tua. Dinsos PPPA bekerja sama dengan majelis kerama desa dan tokoh masyarakat dalam menyelesaikan konflik tersebut.
Kolaborasi ini disebut sebagai kunci keberhasilan dalam menangani pernikahan anak.
Dalam upaya pencegahan, Dinsos PPPA KLU juga terus menggencarkan sosialisasi mengenai Konvensi Hak Anak dan program Sekolah Ramah Anak.
Program ini tidak hanya menyasar kalangan pelajar di sekolah-sekolah, tetapi juga menjangkau desa-desa demi menciptakan lingkungan yang lebih aman dan melindungi hak-hak anak.
“Melalui edukasi yang menyentuh semua lapisan masyarakat, kami berharap masyarakat semakin sadar dan berani melapor. Jangan takut, kami siap dampingi,” pungkas Faturrahman.
Dinsos PPPA KLU mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus waspada dan peduli terhadap lingkungan sekitar, serta tidak ragu untuk melapor jika menemukan indikasi kekerasan, terutama terhadap anak dan perempuan.
0 Komentar