![]() |
Foto// Bupati Kabupaten Lombok Utara H. Djohan Sjamsu saat memberikan bantuan |
Lombok Utara, Penantb.com -Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus menunjukkan komitmennya dalam upaya menekan angka kemiskinan, khususnya kategori miskin ekstrem yang masih menjadi tantangan serius di daerah ini. (06/01/2025).
Bupati KLU, Djohan Sjamsu, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam. Berbagai langkah intervensi telah dilakukan, termasuk penyaluran bantuan langsung kepada warga yang tergolong miskin ekstrem.
“Jumlah bantuannya mungkin tidak besar, tetapi ini adalah bentuk kepedulian pemerintah untuk meringankan beban masyarakat,” ujar Djohan saat menyerahkan bantuan sembako secara simbolis
Bupati Djohan juga menekankan pentingnya sinergi antar semua pihak dalam memperkuat program pengentasan kemiskinan. Ia berharap angka kemiskinan ekstrem di Lombok Utara bisa terus ditekan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Kita berharap kemiskinan ekstrem bisa dikurangi,” tegasnya.
Berdasarkan data dari Dinas Sosial KLU, saat ini tercatat sekitar 33 ribu warga masuk kategori miskin, dan sekitar 1.000 orang di antaranya tergolong dalam kategori miskin ekstrem.
Kepala Dinas Sosial KLU, Fathurrahman, menyampaikan bahwa pihaknya masih terus memperbaiki data agar lebih valid. Ia mengungkapkan adanya data anomali sebesar 12 persen, di mana sejumlah warga tergolong mampu justru terdata sebagai penerima bantuan sosial.
“Beberapa yang masuk data tersebut mencakup pegawai maupun warga yang sebenarnya sudah tidak layak,” ungkapnya.
Kondisi ini dinilai berdampak pada ketidaktepatan sasaran program bantuan sosial yang semestinya menyasar kelompok yang benar-benar membutuhkan, termasuk lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemda KLU mengoptimalkan Program Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang didanai melalui APBD KLU. Pada akhir 2024 lalu, melalui program ini, pemerintah menyalurkan paket bantuan sembako yang berisi: beras 5 kg, gula 1 kg, minyak goreng 1 liter, kopi bubuk 1 bungkus, kue kering 1 bungkus, dan telur ayam 30 butir.
Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari strategi jangka pendek Pemda KLU dalam menangani kemiskinan ekstrem di tengah keterbatasan anggaran.
“Bantuan ini bukan hanya soal nominal, tapi soal rasa kehadiran dan kepedulian pemerintah di tengah-tengah warganya yang sedang kesusahan,” tutup Bupati Djohan.
0 Komentar