Breaking News

Angka Kemiskinan di KLU Masih Tinggi, 12 Persen Data Penerima Bantuan Ternyata Anomali

 

Foto// Bupati Kabupaten Lombok Utara H. Djohan Sjamsu 

Lombok Utara Penantb.com -Angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) masih menjadi tantangan serius. Berdasarkan data Dinas Sosial (Dinsos) setempat, tercatat sekitar 33 ribu warga tergolong miskin di daerah yang dikenal dengan semboyan Bumi Tioq Tata Tunaq itu. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 orang masuk dalam kategori miskin ekstrem.

Kepala Dinsos KLU, Fathurrahman, mengungkapkan bahwa data kemiskinan yang ada saat ini masih belum sepenuhnya valid. Hal ini terlihat dari temuan data anomali sebanyak 12 persen, di mana sejumlah warga yang tergolong mampu secara ekonomi justru masuk dalam daftar penerima bantuan sosial.

“Sebanyak 12 persen ditemukan sebagai data anomali. Beberapa kategori yang masuk ke dalam data tersebut mencakup pegawai maupun warga yang tergolong mampu,” ungkapnya, Senin (6/1/2025).

Kondisi ini berdampak pada tidak tepatnya sasaran penerima bantuan sosial dari pemerintah. Warga yang sebenarnya tidak layak menerima, justru mendapat bantuan yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat miskin, termasuk lanjut usia.

Meski demikian, Fathurrahman menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan perbaikan dan verifikasi data agar sesuai dengan kondisi riil masyarakat di lapangan.

Sebagai upaya konkret mengurangi angka kemiskinan, pemerintah daerah telah menjalankan berbagai program intervensi. Salah satunya adalah Program Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) KLU.

Pada akhir tahun 2024, pemerintah menyalurkan bantuan sembako kepada warga miskin ekstrem. Paket bantuan tersebut berisi beras 5 kg, gula 1 kg, minyak goreng 1 liter, kopi bubuk 1 bungkus, kue kering 1 bungkus, dan telur ayam 30 butir.

Penyaluran terakhir dilakukan pada 31 Desember 2024, dan diserahkan langsung oleh Bupati KLU, Djohan Sjamsu, kepada sejumlah penerima manfaat. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan komitmen Pemda KLU dalam mengurangi angka kemiskinan ekstrem di wilayahnya.

“Jumlah bantuannya mungkin tidak besar, tetapi ini adalah bentuk kepedulian pemerintah untuk meringankan beban masyarakat,” ujarnya.

Bupati Djohan juga menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menyukseskan program pengentasan kemiskinan. Ia berharap dengan berbagai intervensi tersebut, jumlah warga miskin ekstrem di KLU dapat terus berkurang secara signifikan.

“Kita berharap kemiskinan ekstrem bisa dikurangi,” tegasnya. 


0 Komentar















Type and hit Enter to search

Close